Tafsirkan Rasa lewat Aksara, SIGMA Saizu Gelar Bimbingan Kepenulisan Puisi
25/04/2026 2026-04-26 15:47Tafsirkan Rasa lewat Aksara, SIGMA Saizu Gelar Bimbingan Kepenulisan Puisi
Purwokerto, 25/04/2026 – Komunitas SIGMA (Aksi Generasi Matematika) melalui divisi SIGMA Pers kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa dengan menggelar kegiatan Bimbingan Kepenulisan bertema “Tafsirkan Rasa Hati lewat Goresan Tinta dan Kumpulan Aksara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung D4 Kampus 1 UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto pada Sabtu 25 April 2026, dan menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa untuk menyelami dunia sastra, khususnya puisi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.15 WIB ini menghadirkan Rio Alwi Syahputra sebagai pemateri utama. Kehadirannya memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Tadris Matematika untuk tidak hanya berkutat pada logika angka, tetapi juga mengasah kepekaan rasa dan imajinasi melalui karya sastra. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KSIK, Cahyo Aji Saputra, yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya agenda kolaboratif ini.
Dalam pemaparannya, Rio Alwi Syahputra mengajak peserta memahami puisi sebagai medium ekspresi yang mendalam. Ia mengutip pandangan sastrawan terkemuka H.B. Jassin yang menyebut puisi sebagai ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan melalui bahasa imajinatif. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga komprehensif dengan mengulas perkembangan puisi dari masa ke masa mulai dari puisi lama yang terikat struktur hingga puisi modern yang lebih bebas dalam berekspresi.

Suasana diskusi semakin hidup ketika pemateri menguraikan unsur-unsur pembentuk puisi yang dianalogikan sebagai “jiwa dan raga”, serta memperkenalkan berbagai aliran puisi. Pendekatan yang komunikatif dan interaktif membuat peserta lebih mudah memahami sekaligus menikmati proses kreatif dalam menulis puisi.
Sebagai bentuk implementasi, peserta diberikan tantangan untuk menulis puisi singkat dengan objek sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni “mie rebus panas”. Tantangan ini tidak hanya menguji kreativitas, tetapi juga kemampuan peserta dalam mengolah hal sederhana menjadi karya yang sarat makna.
Dinamika kegiatan semakin terasa saat Ketua KSIK, Cahyo Aji Saputra, memberikan challenge lanjutan kepada peserta untuk mengembangkan puisi bertajuk “Rindu dan Ditinggalkan”. Tantangan tersebut berhasil memantik emosi, imajinasi, dan keberanian peserta dalam merangkai diksi yang lebih mendalam dan reflektif.
Kegiatan bimbingan kepenulisan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, Komunitas SIGMA berharap anggotanya tidak hanya unggul dalam bidang akademik, khususnya matematika, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat serta kepekaan rasa dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Agenda ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan kreatif. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang utuh, rasional dalam berpikir, namun tetap peka dalam merasakan dan mengekspresikan realitas melalui karya.