FTIK UIN Saizu Resmi Bentuk IKA! Perkuat Jejaring Alumni untuk Pengembangan Fakultas dan Program Studi
08/06/2026 2026-06-09 14:37FTIK UIN Saizu Resmi Bentuk IKA! Perkuat Jejaring Alumni untuk Pengembangan Fakultas dan Program Studi
FTIK UIN Saizu Resmi Bentuk IKA! Perkuat Jejaring Alumni untuk Pengembangan Fakultas dan Program Studi
Purwokerto, (08/06/2026) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto resmi melantik pengurus perdana Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas dan Program Studi dalam sebuah momentum bersejarah yang menandai dimulainya konsolidasi besar jejaring alumni untuk mendukung pengembangan institusi secara berkelanjutan.
Pelantikan yang dilaksanakan secara blended tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, tenaga kependidikan, serta alumni FTIK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Model pelantikan blended dipilih sebagai bentuk adaptasi terhadap sebaran pengurus yang berada di berbagai wilayah sehingga tidak seluruhnya dapat hadir secara fisik di Purwokerto.
Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa pembentukan IKA bukan sekadar pembentukan organisasi alumni, melainkan langkah strategis untuk membangun sinergi jangka panjang antara kampus dan para alumninya.
Menurutnya, FTIK memiliki posisi historis yang sangat istimewa karena merupakan cikal bakal lahirnya UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Fakultas yang berdiri sejak 10 November 1962 tersebut telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai profesi, institusi, dan daerah di Indonesia.
“Momentum ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya fakultas dan program studi memiliki kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni. Teman-teman semua adalah perintis, assabiqunal awwalun, yang mengawali sejarah baru kolaborasi antara kampus dan alumni,” ungkap Prof. Fauzi.
Ia menjelaskan bahwa selama puluhan tahun FTIK telah menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, namun belum memiliki wadah formal yang mampu menghubungkan potensi alumni secara sistematis untuk mendukung pengembangan fakultas dan program studi.
Karena itu, pembentukan IKA diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang dapat memperkuat hubungan emosional, profesional, dan akademik antara alumni dengan almamaternya.
“Sebaran alumni yang ada di berbagai daerah harus menjadi kekuatan bersama. Potensi itu perlu dikolaborasikan untuk membantu kemajuan program studi dan fakultas. Tantangan pengembangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks sehingga dukungan alumni menjadi sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Fauzi menekankan bahwa peran alumni saat ini memiliki nilai strategis dalam berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, termasuk penguatan mutu akademik dan proses akreditasi.
Dalam instrumen akreditasi pendidikan tinggi yang digunakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), data tracer study, rekam jejak alumni, kontribusi lulusan, hingga keterlibatan alumni dalam pengembangan program studi menjadi bagian penting yang dinilai dalam capaian tridarma perguruan tinggi.
Karena itu, keberadaan IKA diharapkan dapat membantu membangun sistem pelacakan alumni yang lebih baik sekaligus memperkuat kontribusi lulusan terhadap peningkatan kualitas program studi.
“Alumni bukan hanya bagian dari sejarah kampus, tetapi juga bagian dari masa depan kampus. Kontribusi alumni sangat dibutuhkan untuk memperkuat kualitas akademik, memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, hingga mendukung pengembangan program studi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Fauzi juga meluncurkan gagasan “Alumni Back To Kampus”, sebuah program yang mendorong alumni kembali berkontribusi kepada almamater melalui berbagai bentuk keterlibatan sesuai bidang keahlian masing-masing.
Kontribusi tersebut dapat berupa berbagi pengalaman profesional, menjadi narasumber akademik, membuka peluang kerja sama, mendukung pengembangan kurikulum, membantu mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan, hingga memperluas jejaring kemitraan yang dibutuhkan fakultas dan program studi.
“Saya tidak pernah memandang kecil alumni dalam posisi apa pun. Semua alumni adalah aset. Apa pun profesinya, apa pun jabatannya, semuanya memiliki potensi kontribusi bagi kampus. Aset itu akan menjadi kekuatan besar ketika dikolaborasikan,” tegasnya.
Menurut Prof. Fauzi, fakultas mungkin tidak memiliki banyak sumber daya untuk diberikan kepada pengurus alumni selain mandat dan kepercayaan yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Namun justru dari amanah tersebut diharapkan lahir pengabdian bersama untuk membangun kemajuan institusi.
“Kami hanya bisa membekali dengan SK sebagai legalitas untuk membangun gerakan bersama. Selebihnya adalah semangat pengabdian, kolaborasi, dan kontribusi yang lahir dari para alumni sendiri,” tambahnya.
Melalui pembentukan IKA ini, FTIK berharap hubungan antara fakultas, program studi, dan alumni dapat semakin erat sehingga tercipta ekosistem kolaboratif yang mampu mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi, peningkatan mutu akademik, penguatan akreditasi, serta perluasan manfaat kampus bagi masyarakat.
Pelantikan pengurus perdana IKA FTIK sekaligus menjadi penanda dimulainya fase baru penguatan jejaring alumni sebagai mitra strategis fakultas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi dan mempercepat terwujudnya program studi serta fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.