Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

SIGMA UIN Saizu Dorong Literasi Visual Mahasiswa melalui Pelatihan Phonegraphy Berbasis Smartphone

WhatsApp Image 2026-06-05 at 18.42.34
BeritaTadris Matematika

SIGMA UIN Saizu Dorong Literasi Visual Mahasiswa melalui Pelatihan Phonegraphy Berbasis Smartphone

Purwokerto, (05/06/2026)  – Penguasaan teknologi digital tidak lagi terbatas pada kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga mencakup keterampilan mengolah dan menyampaikan informasi secara visual. Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Aksi Generasi Matematika (SIGMA) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Pelatihan Phonegraphy bertema “Maksimalkan Kamera HP dengan Mode Pro” pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas UIN Saizu Purwokerto ini menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa Tadris Matematika dalam memanfaatkan teknologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni smartphone, sebagai media ekspresi, dokumentasi, dan komunikasi visual.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 10.30 WIB dengan sesi pembukaan yang berlangsung penuh antusiasme. Selanjutnya, peserta mengikuti pematerian yang disampaikan oleh Luthfan Roif Hidayat, Ketua Komunitas Fixlens, yang membahas teknik dasar fotografi serta strategi memaksimalkan kemampuan kamera telepon genggam untuk menghasilkan foto yang lebih berkualitas.

Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar fotografi, tetapi juga diajak memahami bagaimana pencahayaan, komposisi, sudut pengambilan gambar, dan pengaturan kamera dapat memengaruhi kualitas visual sebuah foto.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pengenalan lebih mendalam mengenai berbagai fitur kamera smartphone, khususnya Mode Pro, yang memungkinkan pengguna mengatur berbagai aspek teknis seperti ISO, shutter speed, white balance, dan fokus secara manual. Materi ini membuka wawasan peserta bahwa perangkat yang mereka gunakan setiap hari memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya visual yang kreatif dan profesional.

Usai jeda salat Jumat, kegiatan berlanjut dengan sesi praktik lapangan dan hunting warna di lingkungan kampus. Pada sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk langsung mengaplikasikan teori yang telah dipelajari melalui pengambilan gambar berbagai objek dengan pendekatan kreatif.

Suasana praktik berlangsung dinamis. Para peserta terlihat aktif mengeksplorasi sudut-sudut kampus, memanfaatkan pencahayaan alami, serta mencoba berbagai teknik fotografi untuk menghasilkan komposisi visual yang menarik.

Hasil karya peserta kemudian dikumpulkan untuk ditinjau bersama. Dalam sesi sharing dan review, sejumlah foto ditampilkan dan mendapatkan masukan konstruktif dari pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melatih peserta untuk melihat objek secara lebih kritis, estetis, dan komunikatif.

Phinangka Wulan Rahmatika, selaku penanggung jawab kegiatan dari Divisi Deret SIGMA, menyampaikan bahwa fotografi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan gambar.

“Fotografi bukan sekadar menangkap gambar, tetapi juga menangkap rasa. Melalui pelatihan ini, semoga setiap jepretan menjadi cerita yang bermakna,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan mengolah visual saat ini menjadi keterampilan penting yang dapat mendukung aktivitas akademik, organisasi, maupun pengembangan personal branding mahasiswa di era digital.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pelatihan.

Melalui kegiatan ini, SIGMA berharap mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara lebih produktif dan kreatif. Sebagaimana matematika menuntut ketelitian dalam menganalisis pola, fotografi juga mengajarkan kepekaan dalam melihat detail, komposisi, dan makna di balik setiap objek yang ditangkap kamera.

Pelatihan Phonegraphy ini sekaligus menunjukkan komitmen SIGMA dalam menghadirkan ruang pengembangan diri yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga pada peningkatan kompetensi digital, kreativitas, dan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan mahasiswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.