Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prodi PPG FTIK UIN Saizu Gelar FGD Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum OBE

WhatsApp Image 2026-05-06 at 09.38.31
Berita

Prodi PPG FTIK UIN Saizu Gelar FGD Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum OBE

Purwokerto, 05/05/2026 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kegiatan ini dilaksanakan di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

FGD ini menjadi langkah strategis FTIK dalam memperkuat kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran (learning outcomes) yang selaras dengan regulasi terbaru serta kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidang kurikulum dan penjaminan mutu, yakni Dr. Rosidah Aliim Hidayat, M.Pd., MCE., MCF. dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa serta Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, FGD diikuti oleh para pengelola Program Studi PPG dan tim penyusun kurikulum yang terlibat aktif dalam pengembangan dokumen pembelajaran. Diskusi difokuskan pada penyelarasan antara profil lulusan, CPL, CPMK, hingga strategi pembelajaran dan asesmen yang berbasis pada prinsip OBE.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan dari teacher-centered menuju student-centered learning, serta orientasi pembelajaran yang tidak lagi berfokus pada apa yang diajarkan, melainkan pada apa yang mampu dilakukan oleh lulusan. Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia industri dan dunia kerja (DUDI) yang mengedepankan kompetensi nyata, bukan sekadar capaian akademik dalam bentuk nilai.

Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian dari upaya transformasi pendidikan tinggi yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Kurikulum OBE bukan sekadar perubahan dokumen, tetapi perubahan paradigma dalam proses pendidikan. Kita tidak lagi bertanya apa yang diajarkan dosen, tetapi apa yang benar-benar mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah lulus. Inilah esensi dari pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Rosidah Aliim Hidayat, M.Pd., MCE., MCF. dalam pemaparannya menekankan bahwa implementasi OBE harus dimulai dari perumusan capaian pembelajaran yang jelas dan terukur, serta diikuti dengan keselarasan pada seluruh komponen pembelajaran.

“Dalam OBE, kunci utamanya adalah alignment. Mulai dari PLO, CLO, hingga LLO harus berada dalam satu garis yang sama dengan metode pembelajaran dan asesmen. Jika tidak selaras, maka capaian pembelajaran tidak akan optimal,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan OBE menuntut pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dengan proses yang fleksibel, namun tetap terarah pada capaian yang telah ditetapkan sejak awal.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd. menyoroti pentingnya orientasi kurikulum yang berfokus pada kompetensi nyata lulusan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Selama ini kita terlalu fokus pada apa yang dipelajari mahasiswa, bukan pada apa yang bisa mereka lakukan setelah lulus. Padahal, dunia kerja membutuhkan lulusan yang kompeten. Di sinilah pentingnya CPL sebagai outcome yang terukur,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyusunan CPL harus memenuhi unsur yang jelas, meliputi subjek, kata kerja operasional yang terukur, objek kompetensi, konteks, serta standar atau kriteria keberhasilan.

Melalui FGD ini, diharapkan tersusun dokumen pembelajaran kurikulum OBE yang komprehensif, selaras, dan implementatif, mulai dari perumusan CPL, CPMK, hingga strategi pembelajaran dan asesmen yang mendukung ketercapaian learning outcomes secara optimal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen FTIK UIN Saizu dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam mencetak calon guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, reflektif, dan berdaya saing di era global. n