Perkuat Sarpras, FTIK Matangkan Strategi Layanan Akademik yang Representatif dan Berdaya Saing
26/02/2026 2026-02-26 15:09Perkuat Sarpras, FTIK Matangkan Strategi Layanan Akademik yang Representatif dan Berdaya Saing
Perkuat Sarpras, FTIK Matangkan Strategi Layanan Akademik yang Representatif dan Berdaya Saing
Purwokerto (26/02/2026) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola sarana dan prasarana (sarpras) demi menunjang kualitas layanan akademik. Hal tersebut terlihat dalam pertemuan koordinatif yang berlangsung hangat di lingkungan kantor pimpinan FTIK, mempertemukan Wakil Dekan II dan Ketua Tim Akademik (Katim AKA) untuk membahas langkah strategis penguatan fasilitas penunjang pembelajaran.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Hargiyanto Syamsu, S.S., A.Md., selaku Katim AKA, dan Dr. Nur Fuadi, M.Pd.I., selaku Wakil Dekan II FTIK yang membidangi administrasi umum, perencanaan, dan keuangan.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif, keduanya membahas optimalisasi sarpras mulai dari ruang kelas, fasilitas penunjang perkuliahan, hingga ruang layanan mahasiswa. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar mendukung proses pembelajaran yang adaptif dan berkualitas.
Wadek II, Dr. Nur Fuadi, menegaskan bahwa sarana dan prasarana bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari ekosistem mutu akademik.
“Penguatan sarpras bukan hanya soal ketersediaan ruang dan fasilitas, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh infrastruktur mendukung proses pembelajaran yang nyaman, efektif, dan berorientasi pada mutu. FTIK harus menghadirkan lingkungan akademik yang representatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penataan sarpras juga menjadi bagian dari langkah strategis fakultas dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan tinggi, termasuk kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi dan peningkatan layanan administrasi yang responsif.
Sementara itu, Katim AKA, Hargiyanto Syamsu, menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang dalam pengelolaan fasilitas akademik agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
“Kami melakukan pemetaan kebutuhan sarpras secara bertahap, baik yang bersifat prioritas jangka pendek maupun pengembangan jangka menengah. Prinsipnya, setiap fasilitas yang ada harus benar-benar mendukung efektivitas pembelajaran dan pelayanan kepada mahasiswa,” jelasnya.
Menurutnya, masukan dari dosen dan mahasiswa juga menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan skala prioritas perbaikan dan pengadaan fasilitas. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan sarpras yang lebih akomodatif dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal FTIK dalam menjaga standar mutu layanan. Dengan sarpras yang tertata dan terkelola baik, fakultas optimistis mampu menciptakan atmosfer akademik yang kondusif serta mendukung visi pengembangan institusi yang progresif dan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan bahwa transformasi mutu tidak hanya bertumpu pada kurikulum dan sumber daya manusia, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi utama proses pendidikan. FTIK terus bergerak, memastikan setiap sudut ruangnya menjadi ruang tumbuh bagi gagasan, inovasi, dan prestasi