Konsorsium PIAUD Bahas Arah Baru dan Penguatan Identitas Prodi
12/02/2026 2026-02-12 17:31Konsorsium PIAUD Bahas Arah Baru dan Penguatan Identitas Prodi
Purwokerto (12/02/2026) — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Konsorsium Prodi PIAUD Semester Genap TA 2025–2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 13.30 WIB. Forum akademik ini dipimpin langsung oleh Ketua Prodi PIAUD, Dr. Asef Umar Fakhruddin, M.Pd.I., dan diikuti oleh seluruh dosen PIAUD.
Berbeda dari sekadar rapat rutin, konsorsium kali ini menjadi ruang refleksi mendalam sekaligus perumusan strategi akademik untuk menjawab tantangan prodi di tengah dinamika sosial dan pendidikan yang terus berubah. Dalam sesi diskusi, muncul sejumlah kegelisahan yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya masih minimnya minat terhadap Prodi PIAUD, penguatan daya kritis mahasiswa, hingga dampak positif lulusan di masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya terlihat secara maksimal.
Isu tersebut tidak dihindari, justru dijadikan titik tolak untuk menyusun langkah konkret.
“Kita tidak boleh alergi terhadap evaluasi. Justru dari kegelisahan itulah arah perbaikan lahir,” mengemuka dalam diskusi forum.
Konsorsium menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, membangun optimisme, sekaligus memperkuat identitas akademik PIAUD sebagai prodi yang relevan dan berdampak. Forum juga membahas penguatan pendekatan interdisipliner dan transdisipliner dalam keilmuan PIAUD. Sejumlah pendekatan mutakhir menjadi perhatian, seperti:
- Neurodiversity-affirming dalam pendidikan anak
- Digital parenting dan tantangan technofrence
- Healthy family di era smartphone
- Pendekatan trauma-informed serta transmisi trauma antar generasi
- Attachment family theory
- Intergenerational parenting dan transmisi nilai
- Resiliensi keluarga dalam menghadapi krisis sosial dan ekonomi
Topik-topik tersebut menunjukkan bahwa PIAUD tidak hanya berbicara tentang pembelajaran di kelas, tetapi juga tentang konteks keluarga, psikologi anak, dinamika sosial, hingga perubahan digital yang memengaruhi tumbuh kembang anak usia dini.
Pendekatan ini mempertegas bahwa pendidikan anak usia dini membutuhkan perspektif yang komprehensif dan berbasis riset. Ketua Prodi PIAUD, Dr. Asef Umar Fakhruddin, M.Pd.I., dalam arahannya menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai fondasi penguatan prodi.
Ia menegaskan bahwa PIAUD harus mampu membangun ciri khas akademik yang kuat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kontribusi nyata di masyarakat.
“Kita ingin PIAUD memiliki positioning yang jelas. Bukan hanya sebagai prodi yang mencetak guru, tetapi sebagai pusat pengembangan keilmuan pendidikan anak usia dini yang responsif terhadap persoalan keluarga dan sosial,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar dosen memperkuat kolaborasi riset, inovasi pembelajaran, serta publikasi ilmiah yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Konsorsium ini menjadi bukti bahwa transformasi mutu dimulai dari ruang-ruang diskusi yang jujur dan reflektif. Dari kegelisahan lahir strategi. Dari evaluasi muncul arah baru.
Sebagai bagian dari FTIK yang terus bergerak produktif dan berdampak, PIAUD menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan anak usia dini yang tidak hanya kuat secara teoritik, tetapi juga solutif, kontekstual, dan membumi. Konsorsium bukan sekadar forum akademik. Ia adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa setiap langkah prodi membawa nilai, relevansi, dan dampak nyata bagi generasi masa depan.