Konsorsium Jadi Momentum Penguatan Mutu dan Inovasi! Konsorsium PGMI Digelar
12/02/2026 2026-02-13 17:08Konsorsium Jadi Momentum Penguatan Mutu dan Inovasi! Konsorsium PGMI Digelar
Purwokerto (12/02/2026) — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Konsorsium Program Studi PGMI pada pukul 13.00 WIB di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi PGMI Dr. Donny Khoirul Azis, M.Pd.I., Sekretaris Prodi PGMI Hendri Purbo Waseso, M.Pd.I., serta seluruh dosen PGMI.
Konsorsium ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi akademik, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan prodi ke depan agar semakin adaptif, unggul, dan berdampak.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi PGMI, Dr. Donny Khoirul Azis, M.Pd.I., menegaskan pentingnya konsorsium sebagai ruang refleksi dan evaluasi bersama. Menurutnya, prodi tidak bisa berjalan secara individualistik. Diperlukan kesamaan visi dan sinergi antar dosen untuk menjaga kualitas pembelajaran, penguatan kurikulum, serta peningkatan daya saing lulusan.
“Konsorsium ini menjadi momentum untuk memperkuat arah bersama. PGMI harus terus bergerak, berkembang, dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan dasar,” ujarnya singkat namun tegas.
Ia juga menekankan bahwa sebagai prodi yang mencetak calon guru madrasah ibtidaiyah, PGMI memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun fondasi pendidikan dasar yang berkualitas.
Paparan utama dalam konsorsium disampaikan oleh Sekretaris Prodi PGMI, Hendri Purbo Waseso, M.Pd.I. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh dosen untuk melihat konsorsium bukan sekadar forum diskusi, tetapi sebagai ruang penajaman arah akademik.
Ia menyoroti pentingnya harmonisasi RPS, penguatan capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta integrasi pendekatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan dasar saat ini.
“PGMI tidak boleh stagnan. Kita harus adaptif terhadap perubahan kurikulum, perkembangan teknologi pendidikan, dan kebutuhan riil madrasah,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas lulusan PGMI tidak hanya diukur dari kelulusan tepat waktu, tetapi juga dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang benar-benar terinternalisasi.
Ia juga mendorong dosen untuk memperkuat budaya akademik melalui:
- Pengembangan riset berbasis pendidikan dasar
- Publikasi ilmiah kolaboratif
- Inovasi model pembelajaran
- Penguatan kemitraan dengan madrasah
“Kita ingin PGMI tidak hanya kuat di ruang kelas, tetapi juga memiliki kontribusi nyata di lapangan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, diskusi berlangsung aktif. Para dosen memberikan masukan terkait evaluasi perkuliahan, sinkronisasi mata kuliah, hingga strategi peningkatan akreditasi dan reputasi prodi.
Konsorsium ini mencerminkan komitmen PGMI untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Sebagai bagian dari FTIK yang mengusung semangat produktif dan berdampak, PGMI diarahkan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi melahirkan pendidik profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan dasar di era modern.
Melalui konsolidasi akademik yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi antar dosen, PGMI optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai program studi yang unggul dan terpercaya. Kegiatan konsorsium ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan mutu pendidikan dimulai dari ruang-ruang diskusi akademik yang serius, reflektif, dan berorientasi pada masa depan.