Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Kepedulian Sivitas Akademika FTIK bagi Warga Terdampak Bencana melalui Program FTIK Care

WhatsApp Image 2026-02-08 at 22.28.10
Berita

Kepedulian Sivitas Akademika FTIK bagi Warga Terdampak Bencana melalui Program FTIK Care

Purwokerto (08/02/2026) – Bencana alam tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka sosial yang membutuhkan kehadiran dan kepedulian bersama. Melalui program FTIK Care Peduli Bencana, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menghadirkan peran perguruan tinggi sebagai ruang pendidikan yang berpihak pada nilai kemanusiaan, solidaritas, dan empati sosial.

Program kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, pada Minggu 08/02/2026 pukul 09.00 WIB. telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah lokasi. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Posko Tanggap Bencana Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang; kepada warga terdampak, termasuk keluarga korban jiwa, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Purbalingga; serta di Posko Tanggap Bencana Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan melalui FTIK Care mencapai Rp3.672.663. Selain bantuan dana, FTIK Care juga menyalurkan berbagai barang kebutuhan mendesak, seperti pakaian layak pakai, Al-Qur’an, perlengkapan ibadah, kasur, bantal, hingga kebutuhan personal lainnya yang dibutuhkan warga di masa tanggap darurat.

Dekan FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan FTIK Care Peduli Bencana merupakan bagian dari misi pendidikan yang lebih luas, yakni membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peka terhadap realitas sosial. Menurutnya, pendidikan sejatinya tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus menumbuhkan kesadaran moral dan keberpihakan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Ia memandang bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial semacam ini menjadi proses pembelajaran nyata tentang empati, tanggung jawab, dan kebermaknaan ilmu.

Sejalan dengan itu, Ketua DEMA FTIK Ridwan Hakim Muzaki menyampaikan bahwa FTIK Care lahir dari kesadaran mahasiswa FTIK akan pentingnya kehadiran kampus di tengah masyarakat, khususnya saat bencana terjadi. Ia menuturkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab sosial untuk terlibat langsung dalam upaya kemanusiaan, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai bagian dari solusi yang hadir bersama masyarakat.

Dari sisi nilai keislaman, FTIK Care Peduli Bencana merefleksikan ajaran Islam tentang kepedulian dan solidaritas sosial. Prinsip ta’awun (saling menolong) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan) menjadi ruh yang menggerakkan aksi ini. Bantuan yang disalurkan tidak hanya dimaknai sebagai pemberian materi, tetapi sebagai bentuk kehadiran moral dan spiritual bagi warga yang sedang menghadapi cobaan.

Salah satu warga penerima bantuan di lokasi posko mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh civitas akademika FTIK. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, bukan hanya karena membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga karena memberi penguatan batin bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah.

Melalui FTIK Care Peduli Bencana, FTIK menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan nilai kemanusiaan. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran empati yang hidup, di mana mahasiswa belajar langsung tentang makna kepedulian, solidaritas, dan pengabdian kepada sesama.