Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Semangat Baru Kembali ke Sekolah, FTIK UIN Saizu Dorong Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Sekolah

Screenshot (82)
Berita

Semangat Baru Kembali ke Sekolah, FTIK UIN Saizu Dorong Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Sekolah

Purwokerto (09/01/2026) — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menegaskan pentingnya membangun semangat baru kembali ke sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Penegasan tersebut disampaikan Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam dialog interaktif “Semangat Baru Kembali ke Sekolah” pada program Purwokerto Menyapa RRI Pro 1 Purwokerto, Jumat (9/1/2026).

Dialog yang disiarkan pukul 08.00–09.00 WIB tersebut menghadirkan Dekan sekaligus Guru Besar Ilmu Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., bersama Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purnomo Hesti Widijanto, S.Pd., M.Pd., dan dipandu host Citra Aditya. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi FTIK untuk menyuarakan perspektif akademik perguruan tinggi dalam menyikapi momentum awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Dalam paparannya, Prof. Fauzi menegaskan bahwa semangat kembali ke sekolah bukan hanya persoalan kesiapan siswa, melainkan hasil dari kolaborasi tiga elemen utama pendidikan, yakni siswa, guru, dan orang tua. “Yang kembali ke sekolah itu bukan hanya siswa. Guru dan orang tua juga kembali pada perannya masing-masing. Bagi guru, masa libur adalah ruang refleksi dan kontemplasi untuk menyiapkan desain pembelajaran yang lebih bermakna,” ujar Prof. Fauzi.

Ia menambahkan, refleksi guru terhadap proses pembelajaran semester sebelumnya menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi dan spirit baru di kelas. Dengan demikian, pembelajaran di awal semester tidak sekadar melanjutkan rutinitas, tetapi mampu membangkitkan motivasi dan kegairahan belajar siswa.

Dari sudut pandang psikologis dan pedagogis, Prof. Fauzi menjelaskan bahwa masa libur bagi siswa merupakan ruang penting untuk pemulihan stamina fisik dan mental. Interaksi yang lebih intens dengan keluarga selama libur diharapkan melahirkan energi baru dan kesiapan belajar yang lebih optimal. “Anak perlu rehat, relaksasi, dan kejernihan agar mampu mengukir prestasi dan melakukan lompatan baru di semester berikutnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Dekan FTIK menekankan bahwa motivasi belajar merupakan kekuatan fundamental dalam pendidikan. Motivasi tersebut harus dibangun secara intrinsik melalui pengenalan potensi, mimpi, dan cita-cita anak, serta secara ekstrinsik melalui dukungan lingkungan belajar yang kondusif. “Pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang menyentuh hati, bukan hanya kepala. Relasi guru dan murid harus dibangun dari hati ke hati,” tegasnya.

Menurut Prof. Fauzi, pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan, yang ditopang oleh kepemimpinan sekolah yang visioner serta semangat melayani dari guru, akan menciptakan suasana belajar yang tidak menegangkan dan adaptif terhadap karakter anak. Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan cepat era digital.

Sementara itu, Purnomo Hesti Widijanto menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas telah melakukan pemantauan kesiapan sekolah, khususnya SMP, dalam menyambut awal semester. Ia menjelaskan bahwa hari pertama sekolah diarahkan untuk diisi dengan kegiatan yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan optimisme, seperti upacara bendera, senam pagi ceria, serta kegiatan transisi pembelajaran yang menyenangkan.

Dialog ini juga menyoroti tantangan penggunaan gawai di era digital. Prof. Fauzi menekankan pentingnya edukasi literasi digital dengan prinsip sadar fungsi dan sadar dampak, agar teknologi menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan sebaliknya.

Melalui kehadiran Dekan FTIK dalam forum publik tersebut, FTIK UIN Saizu menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penguatan ekosistem pendidikan, tidak hanya melalui pengembangan akademik di kampus, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran dan advokasi kebijakan pendidikan di masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan.