Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Workshop PPL 2 Prodi PAI Digelar! Bekali Mahasiswa dengan Mindset Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Aktif

DSC02240
Berita

Workshop PPL 2 Prodi PAI Digelar! Bekali Mahasiswa dengan Mindset Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Aktif

Purwokerto (07/01/2026) — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Workshop PPL 2 di Auditorium Utama UIN Saizu, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di satuan pendidikan.

Workshop menghadirkan dua pemateri utama, yakni Dr. Ahmad Yusuf Prasetiawan, M.Pd.I yang membawakan materi Mindset Merdeka Belajar dan Pengembangan Kurikulum Merdeka, serta Dina Purnamaningsih, S.Pd. dengan materi Pembelajaran Aktif dalam Kurikulum Merdeka. Keduanya menekankan pentingnya perubahan cara pandang mahasiswa calon guru dari pola mengajar konvensional menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Dalam paparannya, Dr. Ahmad Yusuf Prasetiawan menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut pendidik memiliki growth mindset dan keberanian untuk berinovasi. Ia menjelaskan bahwa merdeka belajar bukan semata kebebasan teknis, melainkan kemerdekaan berpikir yang mendorong guru dan siswa tumbuh bersama melalui pembelajaran yang bermakna. Menurutnya, pemahaman utuh terhadap capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, hingga asesmen diagnostik dan formatif menjadi prasyarat penting agar proses belajar benar-benar berdampak pada penguatan karakter dan kompetensi peserta didik.

Sementara itu, Dina Purnamaningsih, S.Pd. menekankan bahwa pembelajaran aktif dan mendalam merupakan jantung dari implementasi Kurikulum Merdeka. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran harus memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, berkreasi, serta merefleksikan pengalaman belajarnya. Pembelajaran yang dirancang secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, lanjutnya, akan membentuk profil lulusan yang utuh—tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan emosional.

Dekan FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyampaikan bahwa Workshop PPL 2 ini merupakan langkah strategis fakultas dalam menyiapkan calon guru PAI yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi ajar, tetapi juga harus memiliki mindset pedagogik yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan kebutuhan peserta didik masa kini. Menurutnya, PPL 2 menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menguji integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial sebagai pendidik.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses, mutu, dan pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan pembelajaran aktif, diferensiasi, serta asesmen berkelanjutan dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah.

Selain itu, workshop ini relevan dengan Asta Protas Kementerian Agama, terutama pada agenda penguatan sumber daya manusia unggul dan moderat melalui pendidikan. Mahasiswa PAI dipersiapkan tidak hanya sebagai pengajar mata pelajaran agama, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu menanamkan nilai moderasi beragama, karakter kebangsaan, serta kecakapan abad ke-21 di lingkungan sekolah.

Melalui Workshop PPL 2 ini, FTIK UIN Saizu berharap mahasiswa Prodi PAI memiliki kesiapan akademik, pedagogik, dan moral yang kuat dalam menjalankan PPL 2. Kesiapan tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah mitra serta berkontribusi pada terwujudnya pendidikan Islam yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.