Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Workshop Kepemimpinan MPI FTIK Perkuat Kompetensi Manajemen Kurikulum dan Sarpras Pendidikan

WhatsApp Image 2026-01-05 at 16.13.52
Berita

Workshop Kepemimpinan MPI FTIK Perkuat Kompetensi Manajemen Kurikulum dan Sarpras Pendidikan

Purwokerto (05/01/2026) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terus memperkuat kapasitas akademik dan kepemimpinan mahasiswa melalui Workshop Kepemimpinan yang digelar pada Senin (6/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pemimpin dan pengelola lembaga pendidikan yang adaptif terhadap dinamika perubahan di era digital dan kompleksitas tata kelola pendidikan.

Workshop ini dilaksanakan di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim dan diikuti oleh mahasiswa MPI serta menghadirkan dua narasumber yang membahas pilar strategis manajemen pendidikan, yakni manajemen kurikulum dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dua aspek tersebut dinilai saling terkait dan menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan di berbagai satuan dan jenjang.

Narasumber pertama, Slamet Pamuji, M.Pd. M.M., G.r. memaparkan materi Manajemen Kurikulum dengan menekankan bahwa kurikulum merupakan jantung pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Menurutnya, manajemen kurikulum mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian yang harus dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kurikulum harus berangkat dari kejelasan visi, misi, dan tujuan pendidikan, sekaligus mampu merespons kebutuhan peserta didik, tuntutan masyarakat, serta perkembangan dunia kerja. Oleh karena itu, kurikulum dituntut bersifat relevan, fleksibel, dan kontekstual tanpa kehilangan arah dasar pendidikan nasional.

“Manajemen kurikulum merupakan proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian. Jika kurikulum tidak dikelola secara sistematis dan berkelanjutan, maka tujuan pendidikan akan sulit dicapai secara efektif dan efisien,” ujar Slamet Pamuji”

Lebih lanjut, Slamet Pamuji menyoroti pentingnya evaluasi kurikulum sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan pembelajaran. Evaluasi tidak hanya mengukur capaian hasil belajar peserta didik, tetapi juga menilai efektivitas proses pembelajaran sebagai bahan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan. Dalam konteks ini, pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi kurikulum.

“Evaluasi kurikulum tidak hanya berfungsi mengukur hasil belajar, tetapi juga menilai efektivitas proses pembelajaran. Dari evaluasi itulah kurikulum dapat terus diperbaiki dan dikembangkan,” tambahnya.

Workshop ini juga mengangkat berbagai tantangan dalam manajemen kurikulum, mulai dari perubahan kebijakan pendidikan yang relatif cepat, keterbatasan sumber daya manusia, hingga rendahnya partisipasi pemangku kepentingan. Menyikapi hal tersebut, Slamet Pamuji menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik, pimpinan lembaga, orang tua, dan masyarakat dalam merancang serta mengimplementasikan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik.

Selain manajemen kurikulum, peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan yang disampaikan oleh Dr. Dani Rizana, M.Pd., M.M. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa sarana dan prasarana merupakan elemen pendukung utama yang sangat menentukan efektivitas proses belajar mengajar.

Dr. Dani Rizana menjelaskan bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan meliputi tahapan perencanaan kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, pengamanan, penghapusan, serta pengawasan dan evaluasi aset pendidikan. Seluruh tahapan tersebut harus dikelola secara sistematis, efisien, dan akuntabel agar fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dilakukan secara sistematis dan akuntabel, mulai dari perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pengawasan dan penghapusan aset,” jelas Dr. Dani Rizana.

Ia juga menekankan pentingnya tertib administrasi dan inventarisasi aset sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pemeliharaan maupun pengadaan sarana prasarana baru. Pengelolaan sarpras yang baik, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar, tetapi juga mencerminkan budaya tanggung jawab dan profesionalisme dalam tata kelola lembaga pendidikan.

Melalui pemaparan studi kasus, peserta diajak memahami berbagai realitas pengelolaan sarana dan prasarana, termasuk tantangan keterbatasan fasilitas serta strategi pemanfaatan sumber daya secara efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa MPI dengan perspektif praktis yang dapat diterapkan ketika terjun langsung ke dunia kerja.

Melalui Workshop Kepemimpinan ini, FTIK UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan MPI yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan kepekaan terhadap tantangan riil pengelolaan pendidikan. Pembekalan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa MPI untuk berperan aktif dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebijakan yang terus bergerak cepat.