FGD Penyusunan Borang PGMI FTIK UIN Saizu
06/11/2025 2025-11-09 5:28FGD Penyusunan Borang PGMI FTIK UIN Saizu
Purwokerto (6/11/2025) – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Borang Akreditasi pada Kamis,6 November 2025 bertempat di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga selesai ini dihadiri oleh dosen, tim penyusun borang, serta mahasiswa yang terlibat dalam penyusunan dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Data Kuantitatif Program Studi (DKPS).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Suparjo, MA, selaku Wakil Dekan I FTIK yang hadir mewakili Dekan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim PGMI atas kerja keras dan semangat kolaboratif yang telah terbangun selama proses penyusunan borang.

“Penyusunan borang akreditasi bukan sekedar memenuhi kewajiban administratif, namun merupakan refleksi atas kualitas tata kelola akademik yang harus terus dijaga. FGD ini menjadi wujud nyata dari semangat bersama untuk menjaga dan meningkatkan mutu Prodi PGMI agar tetap unggul dan berdaya saing,” ujar Prof. Suparjo.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan agar proses akreditasi tidak hanya terfokus pada nilai, tetapi juga pada penguatan budaya mutual dan komitmen akademik di lingkungan FTIK.
FGD dipimpin oleh Hendri Purbo Waseso, M.Pd.I., selaku Koordinator Program Studi PGMI. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi, memperkuat koordinasi, dan melakukan sinkronisasi antara tim LED dan tim DKPS agar dokumen akreditasi disusun sesuai ketentuan terbaru dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
“Progres penyusunan borang PGMI telah mencapai sekitar tujuh puluh persen untuk LED, sedangkan DKPS masih perlu pembaruan karena datanya terus berubah. Untuk itu, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci agar target akreditasi dapat tercapai dengan hasil terbaik,” ungkap Pak Hendri.

Materi utama FGD disampaikan oleh Ikhwan, M.Pd., yang menjelaskan tentang perubahan instrumen akreditasi LAMDIK versi 2.0. Ia menegaskan bahwa seluruh program studi yang mengajukan akreditasi setelah 18 Agustus 2025 wajib menggunakan instrumen terbaru tersebut.
Instrumen versi 2.0 bersifat berbasis prodi, analitis, dan evaluatif dengan batas maksimal seratus halaman untuk dokumen LED. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara ringkas, padat, dan disertai bukti nyata.
Pak Ikhwan juga menyoroti beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam penyusunan borang, seperti penggunaan template lama, kesalahan format penulisan, penghapusan rumus dalam file Excel DKPS, serta kekeliruan pada satuan angka keuangan.
“Kuncinya ada pada ketelitian dan kepatuhan terhadap pedoman. Gunakan template terbaru, pahami Buku 3 dan 4, serta berpedoman pada matriks nilai 4 agar penilaian akreditasi bisa maksimal,” jelasnya.
Sesi berikutnya diisi dengan diskusi dan tanya jawab teknis yang dipandu oleh Pak Hendri. Beberapa poin penting yang disepakati antara lain bahwa data DKPS harus menggunakan dasar tahun akademik, bukan tahun kalender; validasi siswa aktif dilakukan melalui Forlap Dikti ; serta siswa nonaktif dan cuti tidak dihitung dalam total siswa aktif. Selain itu, setiap pembaruan template dari LAMDIK wajib segera disesuaikan oleh tim penyusun.
Dalam sesi ini juga dibahas tantangan migrasi data dari sistem Siska ke SiPinter yang menyebabkan sebagian data siswa tidak terbaca pada tahun tertentu. Solusi bersama pun diambil melalui validasi silang antara data fakultas dan Forlap Dikti untuk menjaga keakuratan informasi.
Di akhir kegiatan, disimpulkan bahwa dokumen LED dan DKPS harus disusun menggunakan template terbaru, seluruh data wajib bersumber resmi dari Dikti, dan setiap rekomendasi perlu disertai bukti pelaksanaan yang valid. Hendri Purbo Waseso menegaskan kembali pentingnya semangat kerja sama dan kolaborasi seluruh tim.
“Setiap usaha dan kerja keras kita semoga menjadi amal baik yang menjaga PGMI tetap pada akreditasi unggul,” ujarnya menutup kegiatan.
Kegiatan FGD ini tidak hanya menjadi ruang penyusunan teknis borang, tetapi juga wujud komitmen bersama sivitas akademika FTIK UIN Saizu untuk terus meningkatkan mutu, tata kelola, dan daya saing program studi mempertahankan akreditasi unggul yang berkelanjutan.