Dari Pameran Lukisan hingga Dialog Budaya bersama Seno Gumira Ajidarma
25/10/2025 2025-10-27 17:26Dari Pameran Lukisan hingga Dialog Budaya bersama Seno Gumira Ajidarma
Purwokerto (25/10/2025) — Suasana Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto tampak berbeda pada pekan terakhir bulan Oktober. Selama empat hari, tepatnya pada 22–25 Oktober 2025, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) UIN Saizu sukses menyelenggarakan Fantastic Art, Book, and Culture 2025. Festival mahasiswa ini menghadirkan ragam kegiatan mulai dari pameran lukisan karya mahasiswa, bazar buku, peluncuran buku, hingga dialog budaya bersama sastrawan nasional Seno Gumira Ajidarma.

Puluhan karya lukisan dengan berbagai tema terpajang rapi memenuhi ruang pameran. Sementara itu, bazar buku turut dimeriahkan oleh sejumlah penerbit ternama seperti Gramedia, Omera Pustaka, Jelajah Kata, serta berbagai penerbit lokal dan nasional lainnya. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, tidak hanya dari kalangan mahasiswa UIN Saizu, tetapi juga pelajar dan masyarakat umum. Pada hari pertama, rombongan dari MAN 1 Banyumas hadir bersama guru dan siswa untuk menambah wawasan mereka tentang literasi dan seni.
Memasuki hari kedua, suasana festival semakin semarak dengan penampilan musik dari mahasiswa UIN Saizu. Keramaian berlanjut pada hari ketiga dengan hadirnya stand foto booth, tempat pengunjung dapat mengabadikan momen kebersamaan dan mencetak hasilnya langsung di lokasi.
Ketua DEMA FTIK UIN Saizu, Ridwan Hakim Muzaki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan ruang apresiasi bagi karya seni mahasiswa sekaligus memperluas literasi masyarakat kampus. “Festival ini menjadi wadah ekspresi seni sekaligus sarana memperkaya wawasan literasi. Kami ingin mahasiswa dan pengunjung bisa menikmati karya, berdialog, sekaligus belajar melalui buku dan seni,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Rafi Naufal Zaky, selaku Menteri Luar Negeri DEMA FTIK UIN Saizu. Ia menambahkan bahwa pameran lukisan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa FTIK saja. “Kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi. Dengan begitu, pameran ini menjadi ruang lintas komunitas yang mempertemukan beragam ekspresi seni,” tuturnya.
Puncak kegiatan Fantastic Art, Book, and Culture 2025 ditutup dengan acara NARASIKATA, yakni dialog kebudayaan bersama Seno Gumira Ajidarma yang dipandu oleh Bayu Suta Wardianto. Format acara dibuat berbeda: peserta duduk melingkar mengelilingi panggung utama yang diterangi lampu sorot, menciptakan suasana hangat dan intim.
“Kami ingin menghadirkan atmosfer yang magis agar fokus peserta tertuju pada diskusi bersama Seno Gumira, sosok sastrawan besar yang patut kita pelajari,” tambah Rafi.
Sementara itu, Ersa Viana, selaku Wakil Ketua DEMA FTIK, menjelaskan bahwa kehadiran Seno Gumira Ajidarma merupakan rekomendasi dari BIL Fest karena konsistensinya dalam menyuarakan kritik budaya, sosial, dan politik. “Beliau adalah sastrawan besar yang banyak dibaca mahasiswa UIN Saizu maupun masyarakat Purwokerto. Kehadirannya memberi inspirasi bagi kami untuk berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya.
Menanggapi keberhasilan penyelenggaraan festival ini, Wakil Dekan III FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. Subur, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang telah berkontribusi. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan estetik mahasiswa. Seni, literasi, dan budaya merupakan bagian dari pembentukan karakter akademik yang humanis dan kreatif. DEMA FTIK telah menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berinovasi dan berkolaborasi lintas bidang,” ungkapnya.

Festival yang berlangsung selama empat hari ini mencatat rata-rata 200 pengunjung setiap harinya, dan mencapai lebih dari 300 peserta pada acara puncak NARASIKATA. Fantastic Art, Book, and Culture 2025 pun menjadi bukti nyata semangat kolaborasi mahasiswa dalam menghidupkan literasi, seni, dan budaya di lingkungan kampus UIN Saizu Purwokerto.