Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FANTASTIK: Art + Book Culture, Sinergi Seni dan Literasi di FTIK UIN Saizu Purwokerto

IMG_4011
Berita

FANTASTIK: Art + Book Culture, Sinergi Seni dan Literasi di FTIK UIN Saizu Purwokerto

Purwokerto 24 Oktober 2025 – Suasana Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto selama tiga hari, 22–24 Oktober 2025, dipenuhi warna, imajinasi, dan aroma literasi. Mahasiswa, dosen, dan pengunjung dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan bertajuk Festival Akhir Tahun Mahasiswa FTIK (FANTASTIK) : Art + Book Culture, sebuah ajang yang memadukan dunia seni dan budaya baca dalam satu ruang interaksi kreatif.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebagai upaya menghadirkan atmosfer akademik yang segar dan inspiratif. FANTASTIK menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, karya, dan minat baca sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas kampus dan komunitas.

Dalam pameran seni, pengunjung disuguhkan berbagai karya dari tiga komunitas/UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) lintas universitas, diantaranya Senru Saizu (UIN Saizu Purwokerto), Sesmi Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman), dan Lisen UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto). Beragam lukisan, instalasi, hingga karya eksperimental menampilkan semangat ekspresi dan apresiasi seni yang hidup. Di sisi lain, bazar buku menghadirkan deretan penerbit dan toko buku ternama seperti Jelajah Pustaka, Bilfest, Omera Pustaka, hingga Gramedia, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memperkaya koleksi bacaan mereka.

Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTIK tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghidupkan budaya literasi dan kreativitas melalui seni. Sinergi antara seni dan buku menggambarkan kecerdasan intelektual sekaligus kepekaan estetika,” ujar Prof. Fauzi.

Beliau juga menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini untuk memperkuat budaya akademik yang humanis dan kreatif di lingkungan fakultas. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Ia tidak hanya menumbuhkan budaya baca, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai keindahan, kreativitas, dan kerja sama di lingkungan FTIK,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DEMA FTIK, Ridwan Hakim Muzaki, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada pengembangan intelektual dan ekspresi seni.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dunia akademik tidak melulu tentang teori dan ruang kelas. Melalui hal seperti ini, kami menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari seni, berbagi lewat literasi, dan berkolaborasi lintas komunitas. Ini adalah wadah ekspresi sekaligus refleksi,” ungkapnya.

Ridwan juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol keterbukaan FTIK terhadap berbagai bentuk kreativitas mahasiswa. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus tumbuh sebagai gerakan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, cinta baca, dan kepedulian terhadap kebudayaan lokal maupun global.

Lebih dari sekadar pameran seni dan bazar buku, FANTASTIK: Art + Book Culture menjadi ruang dialog antara kata dan warna, antara gagasan dan perasaan. Dalam ruang itu, seni dan literasi bertemu, berkelindan, dan melahirkan inspirasi baru tentang bagaimana kampus dapat menjadi taman pengetahuan yang indah, inklusif, dan berdaya cipta.