FTIK UIN Saizu Gelar Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Dosen Pengampu Semester Gasal 2025/2026
26/08/2025 2025-08-27 12:54FTIK UIN Saizu Gelar Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Dosen Pengampu Semester Gasal 2025/2026
FTIK UIN Saizu Gelar Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Dosen Pengampu Semester Gasal 2025/2026
Purwokerto, 26 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Dosen Pengampu Semester Gasal 2025/2026 di Hall Perpustakaan UIN Saizu. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah ini menjadi agenda penting menjelang dimulainya perkuliahan semester gasal tahun akademik 2025/2026. Rapat dipimpin oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dan Wakil Dekan I, Prof. Dr. Suparjo, M.A., yang masing-masing menyampaikan arahan strategis dan teknis bagi para dosen.
Dalam sambutannya, Prof. Fauzi menekankan bahwa koordinasi dosen pengampu merupakan tradisi akademik yang tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga mencerminkan komitmen kolektif seluruh civitas akademika untuk menjaga mutu perkuliahan. Ia mengingatkan bahwa dosen memegang peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, peneliti, dan teladan. Oleh karena itu, keberhasilan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari integritas dan profesionalitas para dosen. Ia menegaskan bahwa visi FTIK sebagai LPTK unggul dan progresif harus diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan semangat kolaboratif.
Lebih jauh, Prof. Fauzi menyinggung nilai-nilai #FTIK JUARA yang menjadi landasan karakter kelembagaan, yaitu Jujur, Unggul, Amanah, Religius, dan Adaptif. Menurutnya, makna “juara” bukan sekadar meraih peringkat atau penghargaan lahiriah, melainkan keberanian untuk berubah, konsistensi dalam berbuat baik, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman dengan penuh tanggung jawab. Ia menambahkan bahwa seorang juara adalah mereka yang mampu mengendalikan diri, berfikir positif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Filosofi ini, ujarnya, sejalan dengan tradisi keilmuan Islam, nilai-nilai filsafat, hingga etika kebudayaan yang menempatkan kebajikan dan keutamaan sebagai orientasi hidup.
Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Dekan I, Prof. Suparjo, yang menyampaikan pemaparan teknis mengenai penyelenggaraan akademik semester gasal 2025/2026. Ia menjelaskan bahwa tahun akademik ini menjadi momen transisi penting, sebab FTIK menerapkan dua kurikulum sekaligus: Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang masih berlaku untuk mahasiswa semester tiga dan lima, serta kurikulum OBE (Outcome Based Education) yang mulai diberlakukan bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Dengan kondisi ini, setiap program studi dituntut menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang relevan, mutakhir, dan terintegrasi dengan sistem akademik.
Prof. Suparjo menekankan pentingnya disiplin akademik, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa perkuliahan wajib berlangsung sebanyak 16 kali pertemuan sesuai ketentuan, dengan durasi yang proporsional untuk setiap mata kuliah. Dosen, katanya, harus mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan tanpa mengubah secara sepihak, karena perubahan dapat mengganggu sistem entri perkuliahan di SIPINTER. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran harus disusun sejak awal semester, bukan menjelang pelaksanaan UTS atau UAS, agar pembelajaran lebih terarah dan transparan. Lebih lanjut, ia mengingatkan para dosen agar menumbuhkan suasana belajar yang aktif dan konstruktif, dengan menekankan metode student-centered learning, problem-based learning, project-based learning, hingga pendekatan deep learning yang mindful, meaningful, dan joyful. “Mahasiswa harus dilibatkan secara aktif dalam diskusi, penugasan, dan evaluasi. Perkuliahan tidak boleh hanya bersifat satu arah, tetapi harus menjadi ruang dialog yang menghidupkan daya kritis dan kreativitas mahasiswa,” ujarnya.
Tak hanya itu, Prof. Suparjo juga menekankan pentingnya pembiasaan spiritual dalam aktivitas akademik. Ia mengimbau agar setiap perkuliahan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna, sementara pada Jumat pagi disertai dengan pembacaan surat Al-Waqi’ah. Menurutnya, hal ini tidak hanya menghidupkan tradisi keislaman, tetapi juga membangun atmosfer akademik yang religius, seimbang antara intelektualitas dan spiritualitas. Dosen pun diingatkan untuk selalu menjaga etika, serta tidak segan menegur mahasiswa dengan cara elegan jika ditemukan perilaku yang tidak sesuai dengan karakter mahasiswa FTIK sebagai calon pendidik muslim.
Selain aspek perkuliahan, rapat ini juga membahas panduan akademik terbaru tahun 2025, meliputi Panduan Tugas Akhir (skripsi dan non-skripsi), Panduan Ujian Komprehensif, Panduan Pembimbingan Akademik, hingga Panduan Magang. Ditekankan pula bahwa mahasiswa perlu diarahkan untuk menjaga tradisi keilmuan dengan rajin membaca literatur cetak, menulis di atas kertas, serta menjaga etika pergaulan di kampus. Di sisi lain, dosen juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui penelitian, publikasi ilmiah, partisipasi seminar, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat di Hall Perpustakaan UIN Saizu ini menjadi momentum penting bagi FTIK untuk meneguhkan kembali komitmen akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antardosen. Melalui rapat ini, FTIK berharap seluruh dosen mampu menjalankan perkuliahan semester gasal 2025/2026 dengan lebih terarah, profesional, dan penuh dedikasi. Dengan kesiapan ini, fakultas optimis dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar koordinasi awal semester, tetapi juga refleksi bersama mengenai peran dosen sebagai agen perubahan. Seperti disampaikan Prof. Fauzi, “Mengajar bukan sekadar transfer ilmu, melainkan menumbuhkan generasi.” Dengan semangat itu, FTIK UIN Saizu Purwokerto semakin mendekatkan diri pada cita-cita besarnya untuk menjadi LPTK unggul di Asia Tenggara pada tahun 2040, melalui penguatan mutu akademik, spiritualitas, dan karakter seluruh civitas akademika.