Mengontekstualisasikan Matematika melalui Budaya: Dua Dosen Tadris Matematika Sukses Laksanakan Pengabdian Internasional Filipina
26/08/2025 2025-08-26 16:35Mengontekstualisasikan Matematika melalui Budaya: Dua Dosen Tadris Matematika Sukses Laksanakan Pengabdian Internasional Filipina
Mengontekstualisasikan Matematika melalui Budaya: Dua Dosen Tadris Matematika Sukses Laksanakan Pengabdian Internasional Filipina
Purwokerto, 26 Agustus 2025 — Program Community Service Seminar sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 09.00–10.30 WIB. Seminar ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri atas guru-guru SMA di Filipina, dosen, serta mahasiswa dari UM Digos College, Filipina.
Acara menghadirkan dua narasumber utama dari Program studi Tadris Matematika. Speaker 1, Dr. Maria Ulpah, M.Si., menyampaikan materi berjudul “Designing Contextual Mathematics Tasks Based on Community Problems”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya merancang soal matematika yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. “Ketika siswa belajar matematika dari masalah-masalah yang mereka temui sehari-hari, maka matematika tidak lagi terasa asing, tetapi menjadi keterampilan hidup yang sangat berguna,” ujarnya.
Selanjutnya, Speaker 2, Fitria Zana Kumala, S.Si., M.Sc., membawakan materi bertema “Contextualizing Mathematics through Culture: Ethnomathematics-Based Lesson Design”. Ia menjelaskan bagaimana nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan etnomatematika. “Budaya adalah pintu masuk untuk membuat matematika lebih dekat dengan siswa. Dengan etnomatematika, kita bisa menunjukkan bahwa matematika hidup dalam tradisi, kerajinan, hingga praktik sosial masyarakat,” tutur Zana.

Diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif memberikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran kontekstual di sekolah masing-masing. Salah seorang guru SMA dari Filipina menyampaikan kesannya: “Materi ini membuka wawasan kami. Kami jadi melihat bagaimana budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk soal-soal matematika yang kreatif,” ujarnya.

Acara ditutup dengan kesan positif dari para peserta yang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali secara berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berkembang menjadi jejaring penelitian dan pengabdian bersama,” ungkap salah satu dosen UM Digos College.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan terjalin kolaborasi akademik yang lebih erat antara UIN Saizu Purwokerto Indonesia dan UM Digos College Filipina dalam bidang Pendidikan Matematika.