Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Resmi Membuka PBAK F 2025

DSC05031
Berita

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Resmi Membuka PBAK F 2025

Purwokerto, 25 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto resmi membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan tingkat fakultas (PBAK F) 2025, Senin (25/08), bertempat di halaman FTIK. Acara pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian PBAK FTIK yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Agustus 2025.

Pembukaan PBAK FTIK 2025 dihadiri oleh pimpinan fakultas, pejabat di lingkungan FTIK, panitia PBAK, serta ribuan mahasiswa baru sebagai peserta. Suasana penuh semangat dan keakraban tercermin dari setiap rangkaian acara, mulai dari sambutan, pengenalan pejabat FTIK, hingga arahan untuk membangun komitmen bersama dalam menapaki perjalanan akademik di fakultas para juara ini.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia PBAK FTIK 2025 yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas keterlibatan aktif dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa PBAK tidak hanya menjadi ajang perkenalan budaya akademik, tetapi juga wadah membangun rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan tanggung jawab mahasiswa baru sebagai bagian dari civitas akademika FTIK. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga pelaksanaan, serta kepada peserta yang menunjukkan antusiasme luar biasa. Semoga PBAK ini menjadi titik awal perjalanan akademik yang penuh makna,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DEMA FTIK, Ridwan Hakim Muzaki. Dengan penuh semangat ia mengajak mahasiswa baru untuk mensyukuri kesempatan besar yang mereka miliki. “Bersyukurlah menjadi mahasiswa. Di luar sana ada ribuan generasi seangkatan kalian yang hanya bisa bermimpi kuliah. Hari ini kalian diberi amanah oleh orang tua untuk menempuh pendidikan tinggi. Jangan pernah sia-siakan kesempatan ini,” ujarnya.

Adapun Ketua SEMA FTIK mengingatkan pentingnya kesadaran sejak awal bahwa menjadi mahasiswa bukanlah perkara mudah. Menurutnya, perkuliahan membutuhkan arah dan perencanaan. “Mahasiswa harus mampu membuat mind mapping setiap semester. Jangan hanya jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang-kuliah pulang. Manfaatkan masa kuliah untuk berjejaring, membangun kapasitas diri, dan memperluas wawasan. Sebab, masa depan tidak ditentukan oleh nilai akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan kalian membaca peluang dan berkolaborasi,” tegasnya.

Puncak sambutan disampaikan oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag. Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan mengawal jalannya PBAK 2025. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa baru FTIK adalah calon tenaga kependidikan sekaligus calon pemimpin masa depan bangsa.

“Siap jadi mahasiswa?! Siap menjadi sarjana pendidikan?! Siap berkontribusi dalam lingkungan pendidikan?!” seru Prof. Fauzi yang disambut lantang oleh peserta. Ia mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sungguh-sungguh, karena pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam kemajuan bangsa.

Beliau menekankan pentingnya jejaring dan kolaborasi. Mahasiswa didorong untuk menulis cita-cita, target hidup, dan skenario masa depan yang jelas. “Jangan jadi orang berkacamata kuda yang hanya bisa melihat lurus ke depan. Gunakan kacamata manusia yang mampu melihat sisi kehidupan secara utuh. Masa depan luas, jangan pernah pesimis. Allah telah menyediakan segalanya, tinggal bagaimana kita berusaha mencapainya,” pesannya.

Prof. Fauzi juga menyinggung jasa orang tua yang telah berkorban demi pendidikan anak-anaknya. Dengan nada haru ia berpesan, “Mungkin orang tua kalian hari ini sedang bekerja di sawah, di pasar, di bangunan, atau di pabrik. Apa pun pekerjaannya, cita-cita mereka sama: ingin melihat kalian menjadi sarjana. Jangan pernah melupakan jasa orang tua kalian. Doakan mereka dan buktikan perjuangan mereka dengan menyelesaikan kuliah kalian tepat waktu.”

Dekan juga menegaskan agar mahasiswa tidak mudah menyerah. “Yakinkan diri kalian bahwa empat tahun ke depan akan menyandang gelar sarjana. Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuper, atau kudet. Bukalah cakrawala pandang seluas-luasnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya ekoteologi sebagai nilai utama PBAK FTIK 2025. Mahasiswa baru diajak untuk menjaga kebersihan pikiran, hati, perilaku, sekaligus menjaga lingkungan sekitar. “Nilai agama mendorong kita untuk peduli pada bumi. Jangan buang sampah sembarangan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Momen istimewa hadir ketika Dekan FTIK menerima jariyah berupa bibit pohon buah dari mahasiswa untuk disumbangkan dalam gerakan FTIK Menanam 1000 Pohon. Aksi ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga menjadi simbol integrasi nilai agama, kepedulian lingkungan, dan misi pendidikan. Bibit yang ditanam diharapkan tumbuh sebagaimana mahasiswa baru berakar pada nilai akademik dan spiritual, bertumbuh dengan kokoh, serta memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Acara PBAK FTIK 2025 pun ditutup dengan suasana penuh refleksi. Seluruh rangkaian sambutan, pesan moral memberi gambaran jelas bahwa PBAK bukan hanya perayaan seremonial, melainkan momentum awal menanam benih-benih masa depan. Dari halaman FTIK, harapan itu tumbuh mahasiswa baru dididik untuk menjadi generasi unggul, berkarakter, dan siap menjadi “pohon-pohon kehidupan” yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi pendidikan dan peradaban.