FTIK Gelar Rapat Koordinasi Akhir PBAK 2025
22/08/2025 2025-08-23 15:24FTIK Gelar Rapat Koordinasi Akhir PBAK 2025
Purwokerto, 22 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melaksanakan Rapat Koordinasi Akhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025 pada Jumat (22/08), bertempat di Ruang Rapat K.H. A. Wahid Hasyim.
Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan III FTIK, Prof. Dr. H. Subur, M.Ag., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta lebih dari 120 panitia yang terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa. Hadir pula Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., yang memberikan arahan penting terkait pelaksanaan PBAK 2025.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Subur, M.Ag. menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi ajang penting untuk mematangkan teknis pelaksanaan PBAK. “PBAK merupakan momentum awal bagi mahasiswa baru mengenal dunia kampus. Karena itu, koordinasi yang matang sangat dibutuhkan agar pelaksanaannya berjalan lancar, tertib, dan memberi kesan positif,” ujarnya.

Prof. Fauzi selaku Dekan FTIK menekankan bahwa PBAK bukan sekadar acara penyambutan mahasiswa baru, melainkan momen strategis untuk membentuk pola pikir (mindset) mahasiswa FTIK yang terbuka, kritis, santun, dan berintegritas. Ia mengibaratkan mahasiswa baru sebagai bunga yang mekar, indah dipandang, dan bermanfaat bagi lingkungannya. “Kita ingin mencetak profil mahasiswa FTIK yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, peduli sosial, serta memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dekan menggarisbawahi pentingnya budaya akademik yang mencakup rasa ingin tahu, kegemaran membaca, menulis, berdiskusi, dan berpikir kritis. Selain itu, aspek budi pekerti, etika sosial, serta kedisiplinan ibadah juga harus terwujud dalam PBAK. Ia juga menekankan agar kegiatan dilaksanakan secara disiplin, berakhir maksimal pukul 16.30 WIB, serta memberikan suasana yang smart, smooth, and smile.
Salah satu inovasi yang diangkat adalah penerapan nilai ekoteologi. Panitia PBAK FTIK 2025 diharapkan menghadirkan gerakan peduli lingkungan, antara lain penanaman 1.000 pohon, menjaga kebersihan, serta melaksanakan aksi “gerakan semut” saat apel sore untuk membersihkan lingkungan fakultas.

Dekan juga menegaskan agar PBAK dilaksanakan secara humanis, bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi. “Kita ingin mahasiswa baru merasakan suasana kampus yang ramah, aman, dan penuh semangat kebersamaan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fauzi juga mengingatkan pentingnya membangun brand image positif FTIK melalui pemberitaan kegiatan di berbagai media, baik website maupun media sosial. Hal ini sejalan dengan core values FTIK, yakni JUARA (Jujur, Unggul, Amanah, Religius, dan Adaptif).
“FTIK adalah kampus para juara. Menjadi juara bukan berarti sekadar memperoleh peringkat pertama atau jabatan tinggi, melainkan menjadi pribadi yang autentik, berkomitmen pada kebaikan, berani belajar dari kegagalan, serta memiliki semangat memberi manfaat bagi orang lain,” tuturnya dalam arahan yang disertai refleksi filosofis, psikologis, hingga spiritual.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan penyepakatan alur teknis, pembagian tugas panitia, serta evaluasi kebutuhan sarana-prasarana. Dengan koordinasi yang matang, FTIK optimis PBAK 2025 akan terselenggara secara lancar, tertib, dan meninggalkan kesan positif bagi mahasiswa baru.