Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FTIK Care: Gerakan Sosial Mahasiswa sebagai Wujud Kepedulian dan Investasi Akhirat

DSC00522
Berita

FTIK Care: Gerakan Sosial Mahasiswa sebagai Wujud Kepedulian dan Investasi Akhirat

Purwokerto, 4 Agustus 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya kepedulian sosial di lingkungan akademik melalui program FTIK Care. Bertempat di Aula K.H. Abdul Wahid Hasyim, DEMA FTIK tahun 2025/2026 menyelenggarakan kegiatan penyaluran bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, antara lain Dekan FTIK Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Wakil Dekan I Prof. Dr. Suparjo, M.A., Wakil Dekan II Dr. Nurfuadi, M.Pd.I., Wakil Dekan III Prof. Dr. H. Subur, M.Ag., Kabag TU Hj. Nida Umi Farhah, M.Si., serta Ketua LAZISNU Kabupaten Banyumas Prof. Dr. H. Suwito, M.Ag. Turut hadir pula perwakilan SEMA, DEMA, dan sebagian mahasiswa FTIK sebagai peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga merupakan bagian dari ajaran agama yang mengajarkan pentingnya saling mendukung, saling membantu, dan saling peduli dalam kehidupan bersama. “Mahasiswa dan FTIK ini bukan lembaga sosial yang punya otoritas untuk menampung sumbangan. Karena itu, setelah berdiskusi dengan Wakil Dekan III, kami memutuskan untuk menggandeng lembaga yang memiliki legalitas dan otoritas, yakni LAZISNU,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen pimpinan fakultas dalam mendukung gerakan sosial mahasiswa. Tahun sebelumnya, gerakan sosial bahkan menjangkau panti asuhan. Tahun ini, harapannya mahasiswa baru juga dapat diajak terlibat dalam gerakan yang sama. “Gerakan ini bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga investasi kita di yaumil akhir,” pungkasnya.

Program FTIK Care merupakan bentuk penggalangan dana secara sukarela dari mahasiswa FTIK, yang kemudian disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Pada kesempatan ini, sebanyak 10 mahasiswa penerima manfaat memperoleh bantuan masing-masing sebesar Rp1.000.000. Bantuan ini dilaksanakan melalui kerja sama strategis antara DEMA FTIK dan LAZISNU Kabupaten Banyumas.

Prof. Suwito, selaku Ketua LAZISNU Banyumas, menegaskan pentingnya pelibatan lembaga resmi dalam penyaluran dana agar dikelola secara profesional dan amanah. Ia juga mengusulkan agar gerakan ini disinergikan dengan program nasional seperti Koin NU. “Kalau teman-teman mahasiswa memiliki uang koin dan bisa memasukkannya dalam kotak NU, itu akan menjadi langkah luar biasa. Ini bisa menjadi gerakan kebaikan kolektif skala nasional,” ujarnya dengan antusias.

Beliau juga menyarankan agar penggunaan istilah “bantuan pendidikan” lebih tepat dibandingkan “beasiswa,” agar tidak menimbulkan ekspektasi bahwa bantuan ini akan rutin setiap bulan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTIK tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ke depan, program semacam ini diharapkan terus berjalan dan semakin meluas, sehingga budaya peduli dan solidaritas sosial dapat tumbuh kuat di lingkungan kampus.