Menanamkan Nilai, Membangun Pengaruh: FTIK UIN Saizu Bahas Model Kepemimpinan Generasi Muda
15/07/2025 2025-07-16 9:29Menanamkan Nilai, Membangun Pengaruh: FTIK UIN Saizu Bahas Model Kepemimpinan Generasi Muda
Menanamkan Nilai, Membangun Pengaruh: FTIK UIN Saizu Bahas Model Kepemimpinan Generasi Muda
Purwokerto — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang kependidikan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan (leadership-entrepreneurship). Hal ini ditegaskan oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., saat membuka kegiatan forum kepemimpinan yang digelar di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim FTIK UIN SAIZU.

“FTIK tidak hanya mencetak calon guru, tetapi juga calon pemimpin masa depan. Mahasiswa FTIK harus mampu berpikir strategis, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat. Forum seperti ini sangat penting untuk menunjang visi misi fakultas, agar mahasiswa tidak hanya mahir mengajar, tetapi juga mampu memimpin dan menciptakan peluang,” ungkap Prof. Fauzi.
Ia menambahkan bahwa banyak lulusan FTIK yang kini berkarya tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ranah publik, organisasi, kewirausahaan, hingga pengembangan komunitas. Oleh karena itu, pembinaan kepemimpinan sejak di bangku kuliah menjadi bagian integral dari pembentukan karakter mahasiswa.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Ulpah Maspupah, M.Pd.I. ini menghadirkan dua narasumber lintas disiplin, yaitu Dr. Ahmad Sabiq, S.IP., M.A., Kepala Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan Ahmad Yusuf Prasetiawan, M.Pd.I., dosen Fakultas Teknik UNSOED. Forum ini mengangkat tema besar tentang model kepemimpinan generasi muda di era disrupsi.

Dr. Ahmad Sabiq dalam paparannya menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi atau jabatan, melainkan proses sosial yang digerakkan oleh nilai dan bertujuan menciptakan perubahan bermakna. Ia mengutip definisi dari LSJ Institute (2004) yang menggambarkan kepemimpinan sebagai proses memengaruhi orang lain melalui relasi untuk mewujudkan transformasi sosial.
“Kepemimpinan adalah tentang nilai, tentang relasi, dan tentang keberanian menggerakkan perubahan sosial yang berkeadilan,” jelas Dr. Sabiq.
Ia juga memperkenalkan empat tipologi kepemimpinan menurut Hailey (2006): paternalistik, aktivis, manajerial, dan katalitik. Menurutnya, tipe katalitik adalah model paling relevan bagi generasi muda saat ini karena mampu menjembatani berbagai jaringan dan inovasi, sementara tipe manajerial diperlukan untuk membangun fondasi organisasi yang kuat.
Pemateri kedua, Ahmad Yusuf Prasetiawan, M.Pd.I., membawakan materi bertajuk “Menyemai Api Kepemimpinan Muda”. Ia menekankan pentingnya keaslian diri dan konsistensi antara nilai dan tindakan dalam proses kepemimpinan. Ia menyampaikan bahwa pemimpin sejati bukan ditentukan oleh panggung besar, melainkan oleh keberanian mengambil tanggung jawab dari hal-hal kecil.
“Pemimpin tidak menunggu giliran, mereka menciptakan giliran. Mulailah dari tempat kita berdiri dan tumbuh dari pengalaman, termasuk kegagalan,” ujarnya.
Yusuf juga menyoroti tantangan generasi muda hari ini yang dihadapkan pada krisis integritas, empati, dan komitmen di tengah derasnya arus informasi. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif dalam komunitas, membangun kebiasaan reflektif, dan memperkuat tindakan nyata yang selaras dengan visi hidup mereka.
“Walk the talk, not only talk the talk. Konsistensi adalah wajah asli kepemimpinan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis FTIK dalam menanamkan karakter kepemimpinan berbasis nilai, serta memperluas wawasan mahasiswa agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan sosial. Melalui forum lintas keilmuan ini, FTIK berharap mahasiswa dapat memahami bahwa menjadi pendidik juga berarti menjadi pemimpin—bagi diri sendiri, lingkungan, dan masa depan.