Workshop PPL 2 Prodi PIAUD Perkuat Mindset Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Aktif
06/01/2026 2026-01-08 14:23Workshop PPL 2 Prodi PIAUD Perkuat Mindset Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Aktif
Purwokerto (06/01/2026) — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Workshop PPL 2 pada (06/01/2026) bertempat di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PIAUD sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon pendidik sebelum terjun ke sekolah.
Workshop ini menjadi wujud konkret komitmen FTIK dalam mendukung Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul dan transformatif di bidang pendidikan keagamaan. Melalui penguatan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran aktif, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya kompeten secara pedagogis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan zaman.
Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan Workshop PPL 2 merupakan bagian dari strategi fakultas untuk memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara mindset dan kompetensi pedagogis. Menurutnya, implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan Kementerian Agama menuntut calon guru yang memiliki kepekaan terhadap perkembangan anak, mampu berinovasi dalam pembelajaran, serta menjunjung nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.
Pemateri pertama, Deva Mega Istifarriana, menekankan bahwa transformasi pendidikan sebagaimana dicanangkan dalam Asta Protas Kemenag harus dimulai dari perubahan mindset pendidik. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut guru PAUD untuk berpindah dari paradigma seragam menuju pendekatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berpihak pada fitrah anak.
“Setiap anak itu unik dan berharga. Pendidikan anak usia dini harus memberi ruang tumbuh sesuai tahap perkembangan, bukan menjadikan belajar sebagai perlombaan,” ujarnya.
Menurutnya, Kurikulum Merdeka selaras dengan visi Kemenag dalam membangun pendidikan yang berkeadaban, karena menempatkan guru sebagai fasilitator dan pendamping, serta menjadikan pembelajaran sebagai proses yang bermakna, menyenangkan, dan bernilai karakter.
Sementara itu, Rizqi Endriano, S.Pd. memaparkan secara aplikatif konsep pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka PAUD sebagai strategi nyata penguatan kualitas proses belajar. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran aktif mendorong anak untuk belajar melalui bermain, eksplorasi, dan pengalaman langsung, sementara guru berperan sebagai pengamat perkembangan dan pemberi stimulasi positif.
“Pendekatan ini tidak hanya membangun kemampuan kognitif anak, tetapi juga karakter, kemandirian, kreativitas, dan kerja sama, yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, mahasiswa juga dibekali contoh RKH/RPPH berbasis pembelajaran aktif, teknik asesmen autentik melalui observasi dan catatan anekdot, serta pemanfaatan teknologi secara bijak di PAUD. Selain itu, dibahas pula tantangan implementasi Kurikulum Merdeka, mulai dari pola pikir konvensional hingga keterbatasan sarana prasarana, yang perlu disikapi secara reflektif dan inovatif.
Melalui Workshop PPL 2 ini, Prodi PIAUD FTIK UIN Saizu Purwokerto meneguhkan perannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Kementerian Agama dalam mencetak calon pendidik PAUD yang profesional, berkarakter, dan siap menjadi agen transformasi pendidikan, sebagaimana diarahkan dalam Asta Protas Kemenag