Wadek II FTIK Berikan Arahan dan Penguatan Potensi Santri di Kebonbaru Cilacap, Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
08/02/2026 2026-02-11 16:54Wadek II FTIK Berikan Arahan dan Penguatan Potensi Santri di Kebonbaru Cilacap, Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
Wadek II FTIK Berikan Arahan dan Penguatan Potensi Santri di Kebonbaru Cilacap, Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
Purwokerto (08/02/2026) — Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Nur Fuadi, M.Pd.I., memberikan arahan dan penguatan potensi santri pada Sabtu, 08 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, di salah satu pondok pesantren wilayah Kebonbaru, Cilacap. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) santri sebagai kader dan penerus perjuangan bangsa.
Dalam arahannya di hadapan para santri dan jajaran pengasuh pondok pesantren, Dr. Nur Fuadi menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era pembangunan saat ini, pesantren dan para santri selalu hadir sebagai bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, memasuki era persaingan global yang semakin kompetitif, penguatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak. Santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus mampu mengembangkan kapasitas intelektual, keterampilan, dan daya saing yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Santri harus menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan produktif. Keunggulan dalam ilmu agama harus diiringi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter sebagai fondasi utama. Integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat belajar yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Kegiatan penguatan ini secara khusus diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran para santri bahwa mereka adalah bagian dari estafet perjuangan bangsa. Cita-cita para pendiri bangsa harus terus dilanjutkan melalui kontribusi nyata generasi muda dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, ekonomi, maupun kepemimpinan.
Lebih lanjut, Dr. Nur Fuadi mengajak para santri untuk memiliki visi jangka panjang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, yakni momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan visi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda hari ini.
“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, tetapi target yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Santri memiliki peran besar dalam mewujudkan bangsa yang maju, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan spiritual,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme tersebut disambut positif oleh para santri. Mereka mengikuti arahan dengan serius dan menunjukkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Melalui arahan dan penguatan ini, diharapkan para santri di Kebonbaru Cilacap semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta siap mengambil peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan komitmen, kerja keras, dan semangat perjuangan yang berkelanjutan, generasi santri diyakini mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan bermartabat pada tahun 2045.