Selenggarakan Internasional Guest Lecture, Prodi Tadris bahasa Inggris Bahas Inovasi Teknologi dan Keterampilan Pedagogis
17/11/2025 2025-11-18 10:30Selenggarakan Internasional Guest Lecture, Prodi Tadris bahasa Inggris Bahas Inovasi Teknologi dan Keterampilan Pedagogis
Selenggarakan Internasional Guest Lecture, Prodi Tadris bahasa Inggris Bahas Inovasi Teknologi dan Keterampilan Pedagogis
Purwokerto, 17 November 2025 — Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Internasional Guest Lecture bertema “Teaching English with Innovation, Technology, and Pedagogical Skills”, Senin, 17 November 2025 yang bertempat di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim. Kegiatan yang dibuka pukul 13.00 itu menghadirkan akademisi asal luar negeri, Wazir Ali, M.A., M.Ed., M.Phil., yang memaparkan transformasi pengajaran bahasa Inggris di era teknologi digital.
Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini serta menegaskan bahwa penguatan literasi global dan kompetensi teknologi bagi mahasiswa adalah bagian dari agenda besar fakultas dalam membentuk pendidik masa depan yang adaptif.
Kuliah tamu dibuka oleh Koordinator Prodi Tadris Bahasa Inggris, Desi Wijayanti Ma’rufah, M.Pd. Ia menyebut bahwa perubahan lanskap pendidikan global menuntut calon guru bahasa Inggris tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memahami teknologi, desain pembelajaran, dan kemampuan pedagogis yang relevan dengan kebutuhan generasi digital. Acara dipandu Khairunnisa Dwinalida, M.Pd., sebagai moderator.
Dalam paparannya, Wazir Ali menyoroti pergeseran besar dalam English Language Teaching (ELT). Ia menyampaikan bahwa teknologi kini memainkan peran kunci dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan kolaboratif. Berbagai model seperti project-based learning, blended learning, flipped classroom, hingga gamification dianggap mampu mendorong kemandirian dan keterlibatan belajar siswa.

Ia juga mengulas penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa. AI, kata Wazir, memberi peluang hadirnya automated feedback, analisis kemampuan berbasis data, dan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap pelajar. Namun ia menegaskan bahwa teknologi bukan pengganti guru. “Teknologi tidak mengajar; guru yang mengajar. Tapi guru yang memanfaatkan teknologi dengan baik dapat menjangkau murid lebih jauh,” tuturnya.
Meski demikian, integrasi teknologi tidak lepas dari tantangan. Wazir mencatat adanya resistensi guru terhadap metode baru, kesenjangan akses perangkat dan internet, hingga kurangnya pelatihan digital yang memadai. Ia menilai sekolah dan perguruan tinggi perlu mempersiapkan dukungan infrastruktur serta memperkuat pendidikan literasi digital agar pemanfaatan teknologi berjalan efektif dan inklusif.
Kuliah tamu berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan respons positif dari peserta. Prodi Tadris Bahasa Inggris menganggap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan FTIK.