Sambut Ramadhan, FTIK Laksanakan Tradisi Munggahan!
13/02/2026 2026-02-13 17:11Sambut Ramadhan, FTIK Laksanakan Tradisi Munggahan!
Purwokerto (13/02/2026) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar kegiatan munggahan pada pukul 13.00 WIB di Gedung FTIK sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, dalam suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekhidmatan.
Munggahan bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ia adalah simbol kesiapan batin. Berasal dari kata munggah dalam bahasa Jawa yang berarti “naik”, tradisi ini mengandung pesan sederhana namun mendalam: sebelum Ramadhan tiba, setiap diri perlu menaikkan kualitas iman, memperbaiki niat, dan membersihkan hati. Di beberapa wilayah Jawa, tradisi ini dikenal sebagai punggahan, tetapi esensinya tetap sama yakni sebuah momentum spiritual untuk menata diri.
Sejarah mencatat, tradisi ini dikenalkan oleh Sunan Kalijaga melalui pendekatan dakwah kultural yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Islam disampaikan dengan bijak melalui simbol dan tradisi, sehingga ajaran agama terasa membumi dan mudah diterima. Semangat itulah yang terasa kembali hidup dalam munggahan FTIK siang itu.
Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
“Kita patut bersyukur karena Allah masih memberi kita umur dan kesehatan untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu, munggahan ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus kesiapan hati untuk menjalani ibadah dengan lebih sungguh-sungguh,” ungkapnya.
beliau menambahkan bahwa rasa syukur tersebut harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah dan pengabdian.
“Ramadhan adalah bulan pendidikan spiritual. Sebagai insan akademik, kita harus menjadikannya momentum memperbaiki diri, memperhalus akhlak, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas,” tambah Prof. Fauzi.
Dalam suasana yang hangat itu, munggahan menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah perjalanan bersama. Bukan hanya perjalanan individual menuju ketakwaan, tetapi juga perjalanan komunitas menuju harmoni dan keberkahan.
melalui kegiatan ini FTIK menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual harus berjalan seiring dengan aktivitas akademik. Ilmu dan iman bukan dua hal yang dipisahkan, melainkan saling menguatkan. Maka sebelum kalender resmi memasuki bulan puasa, hati-hati telah lebih dulu “naik” menuju kesiapan.
Siang itu, munggahan bukan hanya tentang tradisi. Ia menjadi ruang refleksi bersama sebelum memasuki bulan penuh rahmat bulan yang menuntut kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.