Perkuat Kesiapan Calon Pendidik, FTIK UIN Saizu Selenggarakan Workshop PPL 2
08/01/2026 2026-01-08 14:50Perkuat Kesiapan Calon Pendidik, FTIK UIN Saizu Selenggarakan Workshop PPL 2
Purwokerto (08/01/2026) — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Workshop Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Matematika (TMA), dan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Utama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, sebagai bentuk pembekalan komprehensif sebelum mahasiswa terjun langsung ke sekolah dan madrasah.
Workshop ini difokuskan pada penguatan kesiapan pedagogik, profesional, dan kepribadian mahasiswa calon pendidik. Selain membahas teknis pelaksanaan PPL 2, kegiatan ini juga menekankan pentingnya etika profesi, adaptasi budaya sekolah, serta kemampuan reflektif dalam proses pembelajaran di lapangan.
Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa PPL merupakan fase krusial dalam pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon guru.
“PPL bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi proses pembelajaran nyata untuk membentuk profesionalisme, karakter, dan kepekaan sosial mahasiswa. Di sinilah mahasiswa belajar menjadi pendidik yang utuh,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa FTIK harus mampu membawa nama baik institusi dengan menunjukkan kompetensi pedagogik, integritas moral, serta sikap adaptif di lingkungan sekolah.
“Mahasiswa FTIK harus hadir sebagai pembelajar sekaligus teladan. Inilah nilai lebih yang harus dibangun sejak PPL,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pemateri workshop menekankan bahwa keberhasilan PPL 2 sangat ditentukan oleh kesiapan mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran.
“Mahasiswa PPL tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi harus mampu merancang pembelajaran yang kontekstual, komunikatif, dan berpihak pada peserta didik. Guru masa depan adalah mereka yang mau belajar dari praktik dan refleksi,” jelasnya.
Pemateri juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa PPL, guru pamong, dan pihak sekolah agar proses pembelajaran berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“PPL adalah ruang belajar bersama. Mahasiswa perlu rendah hati, terbuka terhadap masukan, dan aktif membangun komunikasi dengan guru serta warga sekolah,” tegasnya.
Melalui workshop ini, mahasiswa PBA, TMA, dan TBI dibekali pemahaman menyeluruh terkait mekanisme PPL 2, strategi pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran, serta penguatan sikap profesional sebagai calon pendidik. Kegiatan ini menjadi forum penyamaan persepsi antara fakultas, program studi, dan mahasiswa demi kelancaran pelaksanaan PPL.
Dari perspektif kebijakan, Workshop PPL 2 ini selaras dengan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya pada indikator peningkatan mutu pendidik dan proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Asta Protas Kementerian Agama, terutama agenda penguatan sumber daya manusia unggul, kompetitif, dan berintegritas.
FTIK UIN Saizu Purwokerto berharap, melalui pembekalan ini, mahasiswa PPL 2 mampu menjalankan praktik lapangan secara profesional, adaptif, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi sekolah mitra dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.