Musyawarah Mahasiswa, Kongres Mahasiswa , dan Musyawarah Anggota Komunitas FTIK 2025 resmi dibuka ! Dekan Tekankan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Mahasiswa
28/11/2025 2025-12-01 10:04Musyawarah Mahasiswa, Kongres Mahasiswa , dan Musyawarah Anggota Komunitas FTIK 2025 resmi dibuka ! Dekan Tekankan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Mahasiswa
Musyawarah Mahasiswa, Kongres Mahasiswa , dan Musyawarah Anggota Komunitas FTIK 2025 resmi dibuka ! Dekan Tekankan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Mahasiswa
Purwokerto- 28 November 2025, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) secara resmi membuka rangkaian Musyawarah Mahasiswa, Kongres Mahasiswa , dan Musyang Komunitas) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Tahun 2025 pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FTIK, serta para perwakilan mahasiswa dari program studi di lingkungan FTIK. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh antusias, menandai dimulainya rangkaian evaluasi dan agenda organisasi yang akan dilaksanakan tiga hari kedepan.
Ketua Senat Mahasiswa FTIK, M. Zidna Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi mahasiswa yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam mempersiapkan kegiatan besar ini. Ia mengakui bahwa proses persiapan tentu memiliki kekurangan, namun berharap hal tersebut dapat menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan profesionalitas dan kedisiplinan organisasi mahasiswa FTIK.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ormawa FTIK yang telah memberikan tenaga dan pikirannya. Namun, kami juga memohon maaf atas kekurangan yang ada. Kedepan kita harus lebih profesional,” ujarnya
Zidna juga menegaskan bahwa musyawarah ini bukan hanya forum administratif untuk laporan pertanggungjawaban, tetapi momentum penguatan komitmen, integritas, serta keseriusan mahasiswa dalam mengelola organisasi yang mereka jalankan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., yang memberikan gambaran luas mengenai tantangan global yang tengah dihadapi generasi muda. Beliau menjelaskan bahwa dinamika dunia kerja saat ini sangat kompetitif, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang berfluktuasi akibat konflik internasional dan kebijakan ekonomi yang berubah cepat.
“Dunia sedang mengalami goncangan ekonomi dan kompetisi tenaga kerja semakin ketat. Anda harus menyiapkan kompetensi, karakter, dan kemampuan berstrategi,” tegasnya.
Menurutnya, mahasiswa harus menyiapkan diri dengan kompetensi yang relevan, baik dari sisi akademik maupun karakter. Dekan FTIK menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja abad 21.
Beliau juga menyebut organisasi mahasiswa sebagai ruang persemaian calon pemimpin yang sesungguhnya. Melalui aktivitas organisasi, mahasiswa belajar mengatur waktu, mengelola forum, menyusun rencana, hingga mengambil keputusan yang efektif
“Organisasi adalah ruang persemaian pemimpin. Disiplin, manajemen waktu, merupakan bagian penting dari karakter kepemimpinan,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan termasuk ketepatan waktu adalah indikator utama kematangan kepemimpinan. Menurutnya, seseorang yang mampu mengelola dirinya dengan baik, termasuk dalam hal manajemen waktu dan kesiapan kerja, memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi tantangan profesional ke depan.
“Itulah mengapa organisasi penting. Di sinilah karakter dibentuk,” katanya.
Beliau juga menekankan bahwa entrepreneurship bukan hanya persoalan berdagang, tetapi kemampuan untuk menyusun strategi dan membaca peluang, yang merupakan keterampilan penting bagi generasi muda.

“Entrepreneurship bukan hanya berdagang. Ia adalah kemampuan menyusun strategi, memahami peluang, dan memimpin diri sendiri. Itu modal utama di dunia yang penuh kompetisi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dekan FTIK menegaskan bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi cenderung lebih matang dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pengalaman berorganisasi memberikan bekal yang tidak didapat di ruang kuliah, seperti kemampuan menyusun proposal, mengelola kegiatan, hingga membangun jejaring. Beliau menggambarkan bahwa mahasiswa aktivis biasanya menunjukkan kecakapan lebih baik saat ditempatkan dalam program-program pengabdian masyarakat seperti KKN, karena mereka telah terbiasa berhadapan dengan situasi nyata yang membutuhkan ketegasan dan keterampilan manajerial.
“Organisasi membuat Anda matang. Maka jalankan musyawarah ini dengan serius, produktif, dan penuh gagasan,” pesannya.
Rangkaian Musyawarah Mahasiswa FTIK 2025 berlangsung selama tiga hari dengan agenda yang mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban HMPS, kongres Mahasiswa FTIK, musyawarah komunitas, hingga penyusunan rekomendasi organisasi dan arah kaderisasi tahun berikutnya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana evaluasi yang konstruktif sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan lembaga kemahasiswaan FTIK.
Pembukaan musyawarah ditutup dengan harapan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan produktif. Pimpinan fakultas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan organisasi mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan FTIK yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Musyawarah Mahasiswa FTIK 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi civitas akademika dalam membangun generasi pemimpin masa depan yang visioner, disiplin, dan siap menghadapi perubahan zaman.