Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Kaprodi PIAUD FTIK UIN Saizu Purwokerto Memotivasi 1000 Siswa SMAN 1 Purbalingga

WhatsApp Image 2026-03-05 at 20.54.50
Berita

Kaprodi PIAUD FTIK UIN Saizu Purwokerto Memotivasi 1000 Siswa SMAN 1 Purbalingga

Purwokerto (06/03/2026) – Sekitar seribu siswa kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Purbalingga mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana religius tersebut mengusung tema “PesanTrend: Membangun Generasi Adaptif dan Berprinsip dengan Nilai-nilai Qur’ani.” Pesantren kilat ini menjadi salah satu agenda pembinaan karakter yang bertujuan memperkuat kesadaran spiritual sekaligus membangun semangat belajar siswa di tengah dinamika kehidupan modern.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah menghadirkan Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Dr. Asef Umar Fakhruddin, sebagai narasumber utama untuk memberikan motivasi kepada para siswa. Kehadiran akademisi yang dikenal aktif dalam kajian pendidikan dan pengembangan karakter ini disambut antusias oleh para peserta.

Dalam penyampaiannya, Dr. Asef menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam era perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi digital, serta perubahan sosial yang dinamis menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Namun, menurutnya, kemampuan beradaptasi harus tetap berpijak pada prinsip moral dan spiritual yang kokoh.

Dia menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi pedoman penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci yang dibaca dalam ibadah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi yang mendorong manusia untuk berpikir, belajar, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dalam penjelasannya, Dr. Asef juga menyinggung hubungan antara Al-Qur’an dan sains. Menurutnya, Al-Qur’an sejak awal telah mengajarkan manusia untuk memperhatikan fenomena alam sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Tuhan. Banyak ayat Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk mengamati langit, bumi, peredaran siang dan malam, proses penciptaan manusia, hingga keseimbangan ekosistem alam. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa Islam mendorong lahirnya tradisi berpikir ilmiah yang berpijak pada refleksi dan pengamatan terhadap alam semesta.

Dr. Asef juga menambahkan bahwa sains dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya bertujuan menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran tentang keteraturan dan keseimbangan ciptaan Tuhan. Dengan memahami fenomena alam secara ilmiah, manusia diharapkan semakin menyadari tanggung jawabnya untuk menjaga harmoni kehidupan.

“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita belajar mengendalikan diri, memperkuat empati, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia,” ungkapnya di hadapan ribuan siswa.

Dia juga mendorong para siswa untuk memiliki mimpi besar serta semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa apabila dibekali dengan karakter yang kuat dan semangat belajar yang konsisten.

Kegiatan pesantren kilat ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa melalui penguatan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan sosial. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami ajaran agama secara normatif, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dengan semangat belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, berprinsip kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.