Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurnal Insania Terbit Lengkap Sepanjang 2025, FTIK UIN Saizu Perkuat Reputasi Akademik Internasional

pageHeaderLogoImage_en_US
Berita

Jurnal Insania Terbit Lengkap Sepanjang 2025, FTIK UIN Saizu Perkuat Reputasi Akademik Internasional

Purwokerto (4/1/2026) — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terus memperkuat perannya dalam pembangunan pendidikan berkelanjutan melalui capaian Jurnal Insania yang berhasil menerbitkan seluruh edisi secara lengkap sepanjang tahun 2025. Capaian ini menjadi penegasan kontribusi akademik FTIK dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas dan inklusif khususnya SDG 4 Quality Education.

Sepanjang tahun 2025, Jurnal Insania menerbitkan dua edisi reguler yang memuat beragam kajian pendidikan dalam perspektif multidisipliner. Substansi artikel-artikel tersebut berkontribusi pada pemenuhan indikator utama SDG 4, yakni perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, penguatan mutu pembelajaran dan kualitas pendidik, serta pengembangan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) yang adaptif terhadap dinamika sosial dan global.

Selain itu Tema-tema yang diangkat tidak hanya meneguhkan posisi pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia (SDG 4 Quality Education), tetapi juga menyentuh isu kesetaraan gender (SDG 5), pengurangan kesenjangan sosial (SDG 10), serta penguatan nilai keadilan, moderasi, dan tata kelola institusi pendidikan yang berintegritas (SDG 16).

Volume 30 Nomor 1 Tahun 2025 yang terbit pada 30 Juni 2025 menghadirkan artikel ilmiah hasil karya dan kolaborasi akademisi dari delapan negara, yakni Inggris, Irlandia, Indonesia, Republik Korea, Sudan, Thailand, Filipina, dan Uzbekistan. Keberagaman latar belakang penulis tersebut memperkaya diskursus global tentang pendidikan sebagai instrumen transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan lintas budaya dan kawasan.

Sementara itu, Volume 30 Nomor 2 Tahun 2025 yang terbit pada 30 Desember 2025 melibatkan penulis dari tujuh negara, yaitu Yordania, Lebanon, Libya, Malaysia, Indonesia, Kamboja, dan Thailand. Partisipasi ini semakin mengukuhkan Jurnal Insania sebagai ruang akademik yang terbuka, inklusif, dan responsif terhadap tantangan global, khususnya dalam menjawab problem pendidikan di masyarakat multikultural dan berkembang.

Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan penerbitan jurnal secara konsisten bukan semata capaian administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik perguruan tinggi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Pendidikan merupakan kunci utama pencapaian SDGs. Melalui Jurnal Insania, FTIK berupaya menghadirkan kajian-kajian ilmiah yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga relevan dengan persoalan keadilan, kesetaraan, dan pembangunan manusia yang berkelanjutan,” ujar Prof. Fauzi.

Ia menambahkan bahwa internasionalisasi jurnal dan penguatan substansi riset merupakan strategi penting dalam membangun reputasi akademik sekaligus memperluas kontribusi keilmuan FTIK di tingkat global. Oleh karena itu, fakultas terus mendorong peningkatan kualitas riset dosen dan mahasiswa, penguatan jejaring akademik internasional, serta pengelolaan jurnal yang profesional dan berintegritas.

“Kami berharap Jurnal Insania menjadi ruang dialog keilmuan lintas negara yang berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat SDGs,” tambahnya.

Capaian Jurnal Insania sepanjang tahun 2025 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi jurnal-jurnal lain di lingkungan FTIK UIN Saizu Purwokerto untuk terus meningkatkan mutu akademik, relevansi kajian, serta daya saing di tingkat nasional dan internasional.