FTIK UIN SAIZU Resmi Mulai Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi 2025, 200 Mahasiswa Disambut Pemkab Banjarnegara
14/07/2025 2025-07-14 21:11FTIK UIN SAIZU Resmi Mulai Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi 2025, 200 Mahasiswa Disambut Pemkab Banjarnegara
FTIK UIN SAIZU Resmi Mulai Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi 2025, 200 Mahasiswa Disambut Pemkab Banjarnegara
Banjarnegara, 14 Juli 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali melaksanakan kegiatan Penerjunan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar Satuan Pendidikan Mitra dan Magang Terintegrasi untuk tahun akademik 2025/2026. Program ini merupakan hasil kerja sama yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, khususnya melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora).
Kegiatan tahun ini diikuti oleh 200 mahasiswa, terdiri dari 170 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka akan menjalankan program asistensi dan magang selama satu semester penuh, mulai Juli hingga Desember 2025, yang tersebar di 131 sekolah dasar pada 12 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.

Dalam sambutannya, Bapak Sujadi, S.Pd., MM. selaku perwakilan Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan menyampaikan bahwa salah satu latar belakang utama pelaksanaan program ini adalah untuk membantu menjawab tantangan kekurangan guru di Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat kebutuhan sebanyak 4.945 guru SD sementara jumlah yang tersedia baru mencapai 3.421 orang, terdiri dari 3.216 guru ASN dan 205 non-ASN. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan 1.524 tenaga pengajar.
Kerja sama dengan UIN Saizu ini dipandang sebagai salah satu alternatif strategis untuk memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang optimal. Mahasiswa yang diterjunkan tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata atas permasalahan pendidikan di daerah.
Mahasiswa peserta program ini telah dibekali dengan berbagai kompetensi pedagogis dan profesional sebelum diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra. Selain memberikan kontribusi langsung bagi sekolah, mereka juga memperoleh pengalaman mengajar yang nyata serta konversi nilai setara 20 SKS untuk mata kuliah pilihan di program studi masing-masing.

Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Dekan FTIK UIN Saizu, menyampaikan bahwa program tahun ini merupakan tindak lanjut dari permintaan dan kolaborasi yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya bersama Dinas Pendidikan Banjarnegara.
“Kami telah menyiapkan mahasiswa dengan segenap kompetensi yang mudah-mudahan bisa diimplementasikan di satuan pendidikan. Namun, tentu mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari para pendidik di lapangan. Semangat program ini adalah semangat kolaboratif; mahasiswa kami hadir untuk belajar di dunia praksis,” tegas beliau.
Prof. Fauzi juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dan kemauan belajar bagi mahasiswa, seraya mengingatkan agar mereka tidak merasa paling bisa, tetapi terus belajar menjadi guru yang cerdas dan berakhlak. Beliau menutup sambutannya dengan harapan agar pelaksanaan tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, serta menginformasikan bahwa dosen pembimbing lapangan akan melakukan monitoring bulanan untuk memastikan proses berjalan optimal.
Sambutan tertulis dari Bupati Banjarnegara yang dibacakan dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kontribusi UIN Saizu dalam memperkuat mutu pendidikan dasar di wilayahnya. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini terus berlanjut secara berkesinambungan.

Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko, S.Sos., juga menyambut baik program ini. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan mendorong agar kolaborasi ini bisa menghasilkan manfaat maksimal bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di Banjarnegara.
Kegiatan magang dan asistensi ini dilaksanakan di berbagai sekolah dasar yang tersebar di 12 kecamatan, yakni: Banjarnegara, Pagedongan, Madukara, Sigaluh, Banjarmangu, Mangunjati, Punggelan, Rakit, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, dan Klampok.

Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi bentuk nyata pengabdian dan penguatan kapasitas calon pendidik. Harapannya, mahasiswa mampu beradaptasi, berkontribusi, dan diterima dengan baik di lingkungan tempat mereka mengabdi. Sinergi antara dunia kampus dan dunia sekolah ini diharapkan akan terus menjadi model kolaborasi pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.