FTIK UIN Saizu Matangkan Renstra 2025–2029, Siap Jadi LPTK Unggul Berjiwa Leadership-Entrepreneurship
04/08/2025 2025-08-05 9:17FTIK UIN Saizu Matangkan Renstra 2025–2029, Siap Jadi LPTK Unggul Berjiwa Leadership-Entrepreneurship
FTIK UIN Saizu Matangkan Renstra 2025–2029, Siap Jadi LPTK Unggul Berjiwa Leadership-Entrepreneurship
Purwokerto, 4 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto tengah mempersiapkan langkah besar merumuskan arah, tujuan dan Langkah-langkah prioritas dalam pengembangan Fakultas untuk lima tahun ke depan. Melalui penyusunan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025–2029, FTIK menargetkan transformasi menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang unggul dan progresif berjiwa leadership-entrepreneurship.
Langkah yang dilakukan dengan menggelar rapat pembahasan dan pematangan draft Renstra usai selesai disusun oleh tim penyusun. Rapat ini dilaksanakan di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim dan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua Prodi, Kabag TU, serta para penyusun yang telah terlibat menyusun dokumen sejak awal. Rapat dipimpin dan dipandu langsung oleh Dekan FTIK.
Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam arahannya menekankan tiga hal penting dalam proses penyusunan Renstra. Pertama, pentingnya merumuskan arah strategis yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan lokal. Kedua, perlunya indikator kinerja yang terukur dan progresif. Ketiga, strategi kelembagaan harus adaptif dan berkelanjutan.

“Renstra ini bukan hanya dokumen administratif, tapi arah perjuangan bersama. Kita harus menyusun sasaran, indikator, dan target yang realistis dan berdampak,” tegas Prof. Fauzi.
Dalam diskusi ini dilakukan pembahasan dengan menganalisis dan mempertajam arah strategis yang menjadi mimpi besar bersama. Salah satu hasil utamanya adalah keputusan untuk memformulasikan sasaran program strategis, menyusun kembali indikator kinerja utama (IKU), serta menetapkan target yang lebih tajam dan terukur.
Dosen-dosen dari berbagai prodi bersama tim penyusun menyepakati bahwa formulasi sasaran program perlu mempertimbangkan Perkin (Perjanjian Kinerja) Dekan, sekaligus memperhatikan hasil analisis SWOT terhadap kondisi aktual dan faktual FTIK. Hasil analisis menunjukkan bahwa FTIK berada di posisi Strength–High Threats, artinya memiliki banyak keunggulan internal namun perlu waspada terhadap tantangan eksternal seperti persaingan antarperguruan tinggi, perubahan regulasi, dan percepatan transformasi digital.
Sejumlah sasaran prioritas yang dirumuskan di antaranya:
- Peningkatan kualitas lulusan berjiwa leadership-entrepreneurship
- Penguatan riset inovatif dan integratif
- Tata kelola profesional berbasis digital
- Atmosfer akademik inklusif dan religius
- Ekspansi kerja sama strategis nasional dan internasional.
Dalam implementasinya, seluruh program dan kegiatan FTIK mengacu pada kerangka regulasi nasional. Renstra ini juga mempertegas pentingnya penguatan kelembagaan berbasis rightsizing dan penyederhanaan birokrasi dengan optimalisasi kinerja sumber daya manusia dan digitalisasi layanan sebagai penggerak kinerja kelembagaan. Struktur organisasi FTIK dirancang untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap program tridharma perguruan tinggi.

Tahapan berikutnya akan diarahkan pada pembahasan lanjutan, termasuk penguatan indikator dan penyusunan matriks target kinerja tahunan. Seluruh proses akan bermuara pada Forum Group Discussion (FGD) final bersama seluruh stakeholder, yang nantinya akan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan institusional.
Rapat perdana ini sekaligus menandai babak baru perjalanan FTIK dalam menyongsong 2040, dengan visi besar menjadi LPTK unggul dan progresif dalam pengembangan pendidikan Islam integratif untuk Melahirkan Lulusan Berjiwa Leadership-Entrepreneurship di Asia Tenggara.
Dengan semangat kolaboratif dan basis data yang kuat, FTIK UIN Saizu optimistis Renstra 2025–2029 akan menjadi panduan strategis yang membawa dampak nyata, tidak hanya untuk lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Ini bukan hanya tentang dokumen. Ini tentang masa depan kita bersama. FTIK harus hadir dan memberikan dampak sebagai jawaban atas tantangan zaman,” pungkas Prof. Fauzi.