Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FTIK UIN Saizu Gelar Guest Lecture, Dorong Literasi Digital untuk Perkuat Kerukunan Beragama

WhatsApp Image 2026-04-01 at 15.23.36
Berita

FTIK UIN Saizu Gelar Guest Lecture, Dorong Literasi Digital untuk Perkuat Kerukunan Beragama

Purwokerto (01/04/2026) — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar kegiatan Guest Lecture bertajuk “Merawat Harmoni Beragama di Era Digital” pada Rabu (01/4/2026) di Meeting Room K.H. A. Wahid Hasyim. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi akademik sekaligus penguatan nilai moderasi beragama di tengah arus digital yang semakin dinamis, khususnya bagi mahasiswa FTIK sebagai calon pendidik masa depan.

Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber serta menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kesadaran mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa FTIK memiliki peran strategis sebagai calon pendidik yang akan berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada narasumber. Mahasiswa FTIK adalah calon pendidik yang tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penjaga nilai-nilai harmoni di tengah masyarakat yang semakin kompleks,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, M. Adib Abdushomad menyoroti tingginya intensitas penggunaan media digital di kalangan generasi muda. Ia menyebut rata-rata waktu akses internet mencapai lebih dari tujuh jam per hari, dengan dominasi penggunaan media sosial yang sangat tinggi. Kondisi ini, menurutnya, membuka peluang sekaligus kerentanan baru dalam kehidupan sosial-keagamaan.

“Media sosial kini menjadi ruang publik baru tempat identitas, nilai, dan pandangan dibentuk. Namun, tanpa literasi yang kuat, ruang ini juga rentan terhadap paparan narasi radikal dan intoleran,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kedekatan dengan lingkungan digital yang tidak sehat dapat membawa dampak serius bagi individu, terutama generasi muda. “Terlalu dekat dengan ‘orang yang salah’ dapat menghancurkanmu. Karena itu, kehati-hatian dalam memilih lingkungan, termasuk di ruang digital, menjadi sangat penting,” tegasnya.

Lebih lanjut, Beliau menekankan urgensi penguatan literasi digital dan etika bermedia sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis. “Diperlukan digital literacy dan digital civility untuk membentuk masyarakat pencerah, citizen scholars di era media sosial saat ini,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai inisiatif PKUB dalam membangun kontra-narasi digital, seperti program Harmony Class, Harmony Talk, hingga pelibatan generasi muda sebagai agen kerukunan melalui platform digital.

ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas, Prof. Roqib, turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara kampus dan lembaga keagamaan menjadi kunci dalam memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber atas kesediaan waktunya, serta kepada Dekan dan jajaran pimpinan FTIK yang menunjukkan kekompakan dalam menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan menjaga kerukunan.

Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif terkait tantangan keberagaman di era digital, sekaligus mendorong mereka menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat.

Melalui forum akademik ini, FTIK UIN Saizu kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di era digital yang terus berkembang.