Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FTIK UIN Saizu Dominasi Wisuda Periode ke- 70 Tahun 2026

Screenshot (113)
Berita

FTIK UIN Saizu Dominasi Wisuda Periode ke- 70 Tahun 2026

Purwokerto 31/03/2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul pada gelaran Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda Sarjana ke-70 yang berlangsung di Auditorium Utama, Selasa (31/3/2026).

Pada periode wisuda kali ini, FTIK menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan total 277 wisudawan dari keseluruhan 656 lulusan yang diwisuda. Jumlah tersebut menegaskan posisi FTIK sebagai fakultas dengan kontribusi terbesar dalam menopang capaian akademik universitas.

Laporan resmi disampaikan oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Suwito, M.Ag., yang menyebutkan bahwa dari total lulusan tersebut terdiri atas 618 sarjana (S1), 32 magister (S2), dan 6 doktor (S3). “Jumlah total sebanyak 656 wisudawan. Ini menunjukkan konsistensi UIN Saizu Purwokerto dalam mencetak sumber daya manusia unggul setiap tahunnya,” ujarnya.

Dari sisi kualitas, capaian akademik para lulusan juga tergolong membanggakan. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) program sarjana mencapai 3,66 dengan masa studi rata-rata 4 tahun 3 bulan. Sementara program magister mencatat IPK rata-rata 3,80 dan program doktor 3,78.

Prestasi FTIK semakin menonjol dengan diraihnya predikat wisudawan terbaik tingkat universitas oleh Etika Fatmaningsih dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dengan IPK 3,95 tertinggi pada periode wisuda periode ini.

Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan FTIK tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas dan kontribusi mereka di tengah masyarakat.

“FTIK tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan calon pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi akademik, integritas moral, serta kepekaan sosial. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam menjawab kebutuhan zaman,” ujar Prof. Fauzi.

Ia juga menambahkan bahwa lulusan FTIK diharapkan mampu menjadi agen perubahan di bidang pendidikan, terutama dalam menghadapi tantangan era transformasi digital dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Ke depan, kami ingin lulusan FTIK hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai inovator pendidikan yang mampu menghadirkan solusi nyata di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, dalam amanatnya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang di tengah kehidupan nyata yang penuh tantangan.

“Setelah bergelut dengan berbagai teks selama di kampus, kini saatnya kalian membaca realitas kehidupan yang sesungguhnya,” ujar Rektor di hadapan para wisudawan.

Ia menyebut masyarakat sebagai “universitas kehidupan” yang menuntut para lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kematangan emosional, kejernihan hati, serta kemampuan membaca realitas sosial.

Rektor juga menekankan pentingnya sikap tangguh, optimisme, dan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global. “Gelar sarjana, magister, dan doktor bukan akhir dari belajar. Justru di sinilah awal untuk terus menghidupkan tradisi akademik dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam bagian lain, ia mengingatkan bahwa alumni harus mampu menjadi problem solver yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Alumni harus mampu menjawab problematika masyarakat dan menjadi agen perubahan bagi lahirnya kemaslahatan sosial,” ujarnya.

Melalui momentum wisuda ini, FTIK UIN Saizu menegaskan kembali perannya sebagai pilar utama dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing. Dengan bekal keilmuan dan nilai keislaman, para lulusan diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa serta menjaga integritas di tengah dinamika zaman.