Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FGD Problematika PPG Daljab: Upaya Akselerasi Penuntasan Sertifikasi GPAI Batch 1 Tahun 2025

DSC00137
Berita

FGD Problematika PPG Daljab: Upaya Akselerasi Penuntasan Sertifikasi GPAI Batch 1 Tahun 2025

Purwokerto (30/07/2025) – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Problematika PPG Dalam Jabatan: Transformasi Batch 1 Tahun 2025 untuk Mapel Pendidikan Agama Islam”, pada Selasa, 30 Juli 2025 bertempat di Meeting Room K.H. Abdul Wahid Hasyim pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain guru pamong, peserta PPG, pengurus AGPAII, serta para stakeholder pendidikan di wilayah Jawa Tengah, sebagai bentuk refleksi bersama atas pelaksanaan PPG Daljab serta upaya strategis dalam menuntaskan sertifikasi guru PAI secara lebih sistemik dan berkelanjutan. Hadir pula H. Naufal Iskandar, S.H.I., selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kabupaten Banyumas, yang turut memperkuat sinergi kelembagaan dalam penguatan mutu dan profesionalisme guru PAI di daerah.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., selaku Dekan FTIK, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang telah hadir dalam forum yang penting ini. Ia menegaskan bahwa FGD ini merupakan momentum strategis untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam rangka peningkatan mutu pendidikan agama Islam.

“Hari ini kita berkumpul dalam majelis ilmu untuk menyatukan visi demi peningkatan kualitas guru Pendidikan Agama Islam. Peran guru dalam mencerdaskan bangsa sangatlah vital, maka tugas kita adalah memastikan para guru PAI memperoleh haknya dalam hal profesionalisme dan sertifikasi,” tutur Prof. Fauzi.

Ia juga menyinggung pentingnya peran Kanwil Kemenag, pemerintah daerah dalam mendukung skema pembiayaan PPG yang lebih inklusif. Dalam pengamatannya, saat ini animo guru untuk mengikuti PPG semakin tinggi, namun masih terkendala pada aspek pendanaan dan koordinasi antar instansi.

“Kami di FTIK terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, bahkan langsung ke tingkat kabupaten/kota, demi memastikan tidak ada guru yang tertinggal dalam program ini. Kolaborasi, komunikasi, dan komitmen adalah kunci,” lanjutnya.

Prof. Fauzi juga menekankan pentingnya menjadikan LPTK tidak sekadar sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai motor penggerak dalam pembentukan ekosistem pendidikan yang unggul dan moderat.

“Kita ingin PPG ini tidak hanya menjadi program administratif, tetapi menjadi ruang pembelajaran substantif yang membentuk karakter pendidik yang kuat dalam ilmu, akhlak, dan komitmen kebangsaan,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber utama, H. Nurzaini Wahyu Widodo, S.Kom., S.H., M.Hum., Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa penuntasan PPG GPAI merupakan satu dari delapan program prioritas Kementerian Agama tahun 2025. Dalam paparannya yang berjudul “Peran Kanwil Kemenag dalam Akselerasi Menuntaskan PPG GPAI”, ia memaparkan sejumlah data dan strategi kunci.

Menurut data Kemenag per Januari 2025, sebanyak 15.996 guru PAI di Jawa Tengah belum mengikuti PPG, termasuk 1.189 guru SMA/SMK dan SLB. Strategi percepatan yang dilakukan antara lain melibatkan audiensi dengan Biro Kesra Pemprov, komunikasi intensif dengan Baznas, koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta forum FGD seperti ini sebagai bagian dari pendekatan “Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi)”.

“PPG bukan hanya urusan administrasi, tapi menyangkut masa depan kualitas pendidikan agama Islam kita. Oleh karena itu, semua pihak harus terlibat dan berkontribusi,” tegas Nurzaini. Ia menekankan pentingnya skema pembiayaan kolaboratif melalui APBN dan APBD untuk memastikan akses sertifikasi yang adil bagi seluruh guru.

Kegiatan FGD ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan komitmen dan koordinasi semua pihak, mulai dari pusat hingga daerah. LPTK FTIK UIN Saizu, dalam hal ini, berperan sebagai mitra akademik yang terus mendorong terwujudnya kualitas guru agama Islam yang profesional, bersertifikat, dan berkarakter moderat.

Acara berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, ditutup dengan sesi diskusi yang melibatkan berbagai masukan dari peserta PPG, guru pamong, serta tamu undangan lainnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi mutu pendidikan agama Islam melalui skema PPG yang inklusif dan berkualitas.