Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

FGD Borang PGMI FTIK UIN Saizu Fokus Pertahankan Akreditasi Unggul!!

DSC00301
Berita

FGD Borang PGMI FTIK UIN Saizu Fokus Pertahankan Akreditasi Unggul!!

Purwokerto, 24 Oktober 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Borang Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) pada Jumat (24/10/2025), bertempat di Meeting Room K.H. Abdul Wahid Hasyim. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga selesai ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, pejabat jurusan Pendidikan Madrasah, dosen PGMI, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa Prodi PGMI.

Dalam kegiatan tersebut, FTIK menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yaitu Ihwan Rahman Bahtiar, M.Pd., Dr. Khambali, M.Pd., dan Khotimatun Nafiah, M.Pd., yang berbagi praktik baik (best practice) dan pengalaman teknis terkait penyusunan borang akreditasi sesuai dengan instrumen terbaru LAMDIK versi 2.0.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Prof. Dr. Suparjo, M.A., mewakili Dekan FTIK. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan Prodi PGMI dalam mempertahankan mutu akademik. “Kegiatan FGD ini penting untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama mempertahankan akreditasi unggul. Semua pihak, baik dosen maupun mahasiswa, memiliki peran strategis dalam proses penyusunan borang yang kredibel dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ihwan Rahman Bahtiar, M.Pd., dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah hal teknis dan pembaruan pada instrumen akreditasi 2.0. Ia menegaskan pentingnya menggunakan template terbaru dari LAMDIK, sebab perubahan kecil dalam format dapat berpengaruh besar terhadap hasil validasi. “Instrumen 2.0 menuntut keakuratan data dan konsistensi dokumen. Pastikan setiap tabel, formula, hingga penulisan nama prodi dan perguruan tinggi sesuai dengan standar nomenklatur resmi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perbedaan signifikan antara instrumen 1.0 dan 2.0, di mana penyusunan borang kini lebih menekankan pada analisis dan evaluasi kinerja program studi berbasis data. “Kalau dulu sifatnya deskriptif, sekarang kita diminta menganalisis input, proses, dan luaran secara sistematis. Prodi harus menunjukkan kemampuan evaluatif, bukan sekadar melaporkan kegiatan,” tambahnya.

Dalam sesi berikutnya, Dr. Khambali dan Khotimatun Nafiah memberikan arahan teknis mengenai penyusunan Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) serta Laporan Evaluasi Diri (LED). Keduanya menekankan pentingnya validasi data mahasiswa aktif, rasio dosen, serta keterkaitan antara visi keilmuan dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari dosen dan tim penyusun borang PGMI. Hendri Purbo Waseso, M.Pd.I., selaku Koordinator Program Studi PGMI, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang refleksi dan pembelajaran kolektif bagi seluruh tim. “Kami menargetkan penyusunan borang yang lebih matang dan akurat. Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi dokumen akreditasi, tetapi juga bagian dari proses membangun budaya akademik yang kolaboratif dan berintegritas,” ungkapnya.

FGD ini juga menghasilkan sejumlah tindak lanjut, antara lain penyesuaian dokumen DKPS dengan data terbaru, peninjauan ulang LED berdasarkan hasil diskusi, serta pembagian tim kerja sesuai kriteria penilaian. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyusun langkah-langkah konkret dalam penguatan mutu dan mempertahankan akreditasi unggul.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan FGD Penyusunan Borang PGMI ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting bagi Prodi PGMI FTIK UIN Saizu dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi data, serta memastikan seluruh proses akreditasi berjalan lancer nantinya.