Festival Akhir Tahun Mahasiswa FTIK 2025 Resmi Dibuka, Awali Kegiatan dengan Seminar Politik
01/10/2025 2025-10-02 1:44Festival Akhir Tahun Mahasiswa FTIK 2025 Resmi Dibuka, Awali Kegiatan dengan Seminar Politik
Purwokerto 01 Oktober 2025 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar pembukaan Festival Akhir Tahun Mahasiswa FTIK atau FANTASTIK 2025, pada Rabu (1/10/2025) bertempat di Auditorium UIN Saizu Purwokerto. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dibuka dengan kegiatan Seminar Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) bertajuk “Membangun Kesadaran Politik Mahasiswa dengan Menganalisis Arah Politik Nasional dan Dampaknya pada Masa Depan Pendidikan Indonesia”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan di lingkungan FTIK, lembaga kemahasiswaan di lingkungan FTIK, serta mahasiswa FTIK yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi hingga selesai.
FANTASTIK sendiri merupakan agenda tahunan mahasiswa FTIK yang tidak hanya menampilkan kreativitas dan karya, tetapi juga menjadi ruang akademik untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis, progresif, dan peduli pada isu-isu kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bagus Saputra selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan FANTASTIK. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah ekspresi mahasiswa di penghujung tahun akademik, melainkan juga ruang intelektual untuk meningkatkan kesadaran politik. “Harapan kami, mahasiswa FTIK tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial-politik yang akan berpengaruh pada dunia pendidikan di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ersa Viana selaku Wakil Ketua Dema FTIK, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu membuka wawasan lebih luas terhadap dinamika politik nasional. “Politik bukan hanya urusan praktisi dan partai, tetapi juga berkaitan erat dengan kebijakan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta arah pembangunan bangsa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa FTIK diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang kritis, visioner, dan tetap berlandaskan nilai-nilai akademik,” ucapnya.

Acara berlanjut dengan sambutan Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Dekan FTIK, yang memberikan paparan panjang mengenai pentingnya politik bagi mahasiswa, khususnya dalam ranah pendidikan. Dalam pandangannya, politik bukan hanya urusan praktisi atau elit, melainkan sesuatu yang harus dipahami oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa tarbiyah.
Prof. Fauzi menekankan bahwa memahami politik global dan nasional adalah bagian dari tanggung jawab intelektual.
“Seringkali kita menganggap bahwa politik hanya milik orang-orang ekonomi atau praktisi partai. Padahal, kita sebagai insan tarbiyah juga harus melek politik. Perang dagang global, isu kebijakan ekonomi, bahkan regulasi pendidikan, semua itu pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan kita sebagai akademisi maupun pendidik. Kesadaran politik adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang mampu memberi masukan dan solusi,” jelasnya.

Lebih jauh, Prof. Fauzi membedakan antara pendidikan politik dan politik pendidikan. Pendidikan politik, menurutnya, adalah usaha memahami dinamika bangsa, regulasi, dan arah kebijakan global. Sedangkan politik pendidikan berarti menganalisis kebijakan, undang-undang, dan regulasi yang secara langsung berdampak pada dunia pendidikan.
“Mahasiswa harus memiliki dua kesadaran ini sekaligus. Pertama, pendidikan politik, yaitu belajar memahami gerakan bangsa di dunia ini. Kedua, politik pendidikan, yaitu mencermati kebijakan dan regulasi yang memengaruhi eksistensi kita sebagai pendidik dan akademisi. Jangan sampai kita menjadi katak dalam tempurung, hanya sibuk dengan hal teknis tetapi buta terhadap realitas besar di luar sana. Dunia terus berputar, maka wawasan kita juga harus luas dan mendalam,” paparnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan motivatif kepada mahasiswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam kesadaran politik.
“Semoga kalian menjadi mahasiswa yang berwawasan luas, memiliki pemahaman mendalam, serta siap menghadapi kebutuhan masa depan. Pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga membentuk generasi yang peduli, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan bangsa,” pungkasnya.
Dengan resmi dibukanya FANTASTIK 2025 melalui seminar Polhukam ini, FTIK menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernuansa hiburan, tetapi juga memperkuat kapasitas intelektual dan kepekaan sosial mahasiswa. Rangkaian kegiatan FANTASTIK diharapkan menjadi ruang berharga bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan akademik, memperluas wawasan politik, serta meneguhkan identitas mereka sebagai calon pendidik yang kritis dan berdaya saing.