Donasi Kemanusiaan, Wujud Kepedulian Guru Profesional PPG FTIK UIN Saizu
14/12/2025 2025-12-16 11:07Donasi Kemanusiaan, Wujud Kepedulian Guru Profesional PPG FTIK UIN Saizu
Purwokerto 14 Desember 2025 — Kepedulian sosial ditunjukkan oleh Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi Batch 3 Tahun 2025 LPTK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melalui penggalangan donasi internal. Donasi yang dihimpun dari partisipasi para guru PPG Batch 3 tersebut disalurkan sebesar Rp10.030.000 untuk membantu korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Donasi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, serta wilayah lain yang mengalami bencana serupa. Bantuan ini merupakan hasil inisiatif dan kepedulian kolektif para guru profesional yang tengah mengikuti program PPG Daljab Transformasi Batch 3 Tahun 2025.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa guru profesional tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan empati terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan dipraktikkan secara nyata melalui kontribusi langsung bagi sesama.
Dekan FTIK UIN Saizu Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., memandang inisiatif ini sebagai cerminan karakter pendidik yang utuh tidak berhenti pada profesionalitas akademik, tetapi juga hadir dengan kepedulian sosial yang kuat. Bagi pimpinan fakultas, aksi solidaritas tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang menempatkan guru sebagai teladan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis dan kebencanaan.
Melalui penyaluran donasi ini, para guru berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak bencana, sekaligus menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat. FTIK UIN Saizu terus mendorong lahirnya guru profesional yang tidak hanya kompeten secara pedagogik dan keilmuan, tetapi juga memiliki empati, kepekaan sosial, serta komitmen kemanusiaan yang nyata.