Diskusi Rutin Dosen FTIK: Transformasi Kurikulum Perguruan Tinggi Menuju Outcome-Based Education
28/08/2025 2025-08-28 17:47Diskusi Rutin Dosen FTIK: Transformasi Kurikulum Perguruan Tinggi Menuju Outcome-Based Education
Diskusi Rutin Dosen FTIK: Transformasi Kurikulum Perguruan Tinggi Menuju Outcome-Based Education
Purwokerto, 28 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menggelar diskusi rutin dosen dengan tema “Transformasi Kurikulum Perguruan Tinggi Menuju Outcome-Based Education: Integrasi SN-Dikti dan MBKM”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting Room pada Kamis (28/08) pukul 13.00–15.00 WIB, dengan menghadirkan Dr. Dian Aswita, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber, serta dipandu oleh Novi Mayasari, M.Pd. selaku moderator.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK menyampaikan bahwa diskusi rutin ini menjadi wadah berbagi gagasan dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi perubahan kurikulum perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa mulai semester ini FTIK akan mengimplementasikan desain kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang telah disepakati bersama. “Para dosen kini sedang mendesain output dan outcome untuk mata kuliah yang akan datang. Mahasiswa tidak hanya dituntut pandai secara teoritik, tetapi juga mampu menghasilkan produk sesuai dengan mata kuliah yang ditempuh. Desain kurikulum ini juga sudah disesuaikan dengan visi keilmuan program studi agar profil lulusan dapat terlihat baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dekan menambahkan bahwa meskipun istilah kurikulum OBE sudah sering terdengar, dosen tetap perlu berdiskusi agar memiliki persepsi yang sama. Hal ini penting demi kelancaran implementasi dan ketercapaian tujuan pendidikan yang selaras dengan tuntutan zaman.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Dian Aswita memulai dengan meninjau perkembangan singkat Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) di Indonesia. Ia menekankan pentingnya landasan hukum dalam pengembangan kurikulum, salah satunya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SN-Dikti 2023). Menurutnya, regulasi tersebut menegaskan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menitikberatkan pada mutu serta relevansi lulusan.
Dr. Dian juga mengulas alasan mendasar mengapa perguruan tinggi perlu menerapkan OBE. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan nyata sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Untuk itu, ia menguraikan tiga tahapan utama penyusunan dokumen kurikulum perguruan tinggi sebagai dasar implementasi OBE. Selanjutnya, ia menjabarkan tahapan pengembangan kurikulum OBE secara rinci, termasuk penyusunan profil lulusan yang sejalan dengan visi keilmuan program studi. Profil tersebut diturunkan ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), baik secara umum maupun di tingkat program studi, yang kemudian diformulasikan lebih teknis dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dengan demikian, arah capaian pembelajaran menjadi lebih jelas, terukur, dan kontekstual.
Kegiatan ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari para dosen FTIK yang hadir. Diskusi interaktif yang terbangun diharapkan dapat memperkuat pemahaman sekaligus kesiapan FTIK dalam melaksanakan transformasi kurikulum menuju OBE. Melalui forum ini, FTIK menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.