Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Dekan FTIK UIN Saizu Tekankan Peran Keluarga dalam Penguatan PAUD Holistik Integratif

WhatsApp Image 2025-12-17 at 15.40.15
Berita

Dekan FTIK UIN Saizu Tekankan Peran Keluarga dalam Penguatan PAUD Holistik Integratif

Purwokerto, 17 Desember 2025— Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., menegaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI). Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Forum Pusat Kegiatan Gugus (FPKG) PAUD Kabupaten Banyumas, Rabu (17/12/2025).

FGD yang mengangkat tema “Kolaborasi Penguatan Keterlibatan Keluarga dalam Implementasi PAUD Holistik Integratif di Lembaga PAUD Kabupaten Banyumas” ini diikuti oleh perwakilan kepala sekolah, guru, serta orang tua. Kegiatan berlangsung di Red Chili Restaurant, Jalan Raya Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Dalam sambutannya, Ketua FPKG PAUD Kabupaten Banyumas, Lia Rohmaliah, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa FGD ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga PAUD dan keluarga dalam mengimplementasikan PAUD Holistik Integratif. Ia menegaskan bahwa keterlibatan orang tua merupakan kunci keberhasilan layanan PAUD yang menyeluruh.

Dalam paparannya, Prof. Fauzi menekankan bahwa keluarga khususnya orang tua merupakan pendidik pertama, utama, dan terlama bagi anak. Fondasi karakter, nilai, serta kesiapan belajar anak, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sejak usia dini.

“PAUD Holistik Integratif tidak mungkin berjalan optimal tanpa keterlibatan keluarga. Orang tua bukan hanya pendamping, tetapi mitra strategis dalam membangun pendidikan, pengasuhan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak secara terpadu,” ujar Prof. Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan yang melayani kebutuhan esensial anak secara simultan, sistematis, dan terintegrasi, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013. Pendekatan ini memastikan anak memperoleh dukungan menyeluruh agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Lebih lanjut, Prof. Fauzi juga menyinggung kebijakan dan perkembangan terkini PAUD HI di tingkat nasional, termasuk peluncuran risalah kebijakan PAUD Holistik Integratif oleh Kemendikdasmen bersama SEAMEO CECCEP pada Desember 2024, serta dukungan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.

Dalam konteks praktik di lapangan, Prof. Fauzi menggarisbawahi pentingnya kelas orang tua sebagai ruang edukasi tentang gizi, kesehatan, dan pola asuh, sekaligus wahana komunikasi antara satuan PAUD dan keluarga. Ia juga memaparkan hasil berbagai studi yang menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua berkontribusi signifikan terhadap kesiapan sekolah dan prestasi belajar anak.

“Ketika keluarga terlibat, anak merasa aman secara emosional. Kondisi ini memudahkan proses belajar, memperkaya stimulasi psikososial, dan bahkan berkontribusi pada pencegahan stunting melalui pemahaman gizi dan pola asuh yang tepat,” jelasnya.

Namun demikian, Prof. Fauzi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun kemitraan PAUD dan keluarga, seperti perbedaan bahasa serta keterbatasan waktu orang tua. Untuk itu, ia mendorong adanya solusi inovatif melalui komunikasi dua arah yang fleksibel, pemanfaatan bahasa lokal, serta penguatan kapasitas guru dengan dukungan pemerintah daerah.

Melalui forum ini, FTIK UIN Saizu menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kualitas pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pengembangan akademik di kampus, tetapi juga melalui peran aktif sivitas akademika dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat.

Kegiatan FGD ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara lembaga PAUD dan keluarga, sehingga implementasi PAUD Holistik Integratif dapat berjalan lebih efektif dalam mewujudkan generasi unggul sejak usia dini.