Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Tadris Matematika UIN Saizu Gelar Studium Generale 2025 Bersama Pakar Matematika UGM

DSC06344
Berita

Tadris Matematika UIN Saizu Gelar Studium Generale 2025 Bersama Pakar Matematika UGM

Purwokerto, 1 September 2025 – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Studium Generale tahun 2025 pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai bertempat di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto. Peserta kegiatan diantaranya ada mahasiswa semester 1 dan 3, dengan jumlah lebih dari 80 orang, yang mengikuti secara penuh dan interaktif.

Acara diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., Selaku Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa Prodi Tadris Matematika yang berdiri sejak tahun 2015 kini genap berusia sekitar satu dekade dan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah mahasiswa baru setiap tahun meningkat, dan sebagian lulusan bahkan telah dipercaya mengabdi sebagai dosen, baik di kampus ini maupun di perguruan tinggi lain.

“Alhamdulillah, Prodi Tadris Matematika telah memperoleh akreditasi Baik Sekali dan sekarang kami sedang berupaya keras untuk naik ke level Unggul. Dari delapan prodi yang ada di FTIK, hanya dua yang belum unggul, yaitu PPG dan Tadris Matematika. Karena itu, dalam roadmap kepemimpinan saya, targetnya semua prodi bisa meraih predikat unggul. Kehadiran narasumber dari UGM ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas akademik kami,” ungkap beliau.

Beliau juga menekankan makna Studium Generale sebagai sarana ngangsu kawruh atau menimba ilmu dari pakar. Meski hanya berlangsung beberapa jam, kegiatan ini diharapkan dapat membekas pada diri mahasiswa. “Khususnya untuk mahasiswa semester 1 yang baru memasuki dunia kampus, Anda harus memiliki mimpi besar. Jadilah ahli matematika
yang bukan hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk kemanusiaan. Ingat pesan Nabi, khairunnas anfa’uhum linnas yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Maka, jadikan ilmu yang Anda peroleh hari ini sebagai bekal untuk memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” pesannya.

Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., juga menyinggung konteks sosial saat ini, bahwa bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada dinamika, termasuk gelombang aspirasi mahasiswa di berbagai daerah. “Ilmu yang kita miliki harus mampu menjawab realitas, memberi pencerahan, dan menjadi solusi. Mahasiswa harus siap mengambil peran itu,” pungkasnya penuh semangat.

Fitria Zana Kumala, S.Si., M.Sc., selaku Koordinator Prodi Tadris Matematika sekaligus moderator Studium Generale. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga untuk memberikan pengalaman akademik langsung kepada mahasiswa.

“Melalui Studium Generale ini, mahasiswa bisa melihat bagaimana matematika berkembang dari sesuatu yang abstrak menjadi ilmu yang aplikatif. Narasumber kita adalah para pakar yang sudah lama bergelut dalam penelitian, sehingga ini kesempatan emas untuk berdialog langsung,” tutur beliau.

Dr. Noorma Yulia Megawati, S.Si., M.Sc., membuka sesi pertama dengan materi “Metode Numerik untuk Curve Fitting”. Ia menjelaskan pentingnya curve fitting dalam mengolah data nyata yang seringkali dipengaruhi kesalahan pengukuran atau noise. Dengan pendekatan ini, pola umum data dapat ditangkap melalui fungsi sederhana. Ia memberikan contoh konkret seperti hubungan waktu belajar dengan nilai ujian, konsumsi listrik terhadap suhu, hingga pertumbuhan tinggi tanaman. Tidak hanya itu, Dr. Noorma juga memperlihatkan bagaimana metode kuadrat terkecil (least squares) digunakan untuk menentukan kurva terbaik, mulai dari regresi linear hingga pencocokan kuadratik, lengkap dengan ilustrasi data nyata.

Sesi kedua disampaikan oleh Dr. Lina Aryati, M.S., dengan tema “Beberapa Aplikasi Persamaan Diferensial dalam Kehidupan Sehari-hari”. Ia memaparkan berbagai model matematika yang lahir dari persamaan diferensial, mulai dari dinamika populasi
Malthus, model logistik Verhulst, hingga model mangsa-pemangsa Lotka–Volterra. Di bidang kesehatan, Dr. Lina menyoroti model SIR yang digunakan dalam epidemiologi, termasuk untuk memprediksi penyebaran Covid-19. Ia juga menyinggung aplikasi di ranah interaksi sosial, seperti model perundungan di sekolah dan bahkan model cinta Romeo dan Juliet. Dengan gaya interaktif, ia menegaskan bahwa persamaan diferensial sejatinya adalah “bahasa perubahan” yang dapat membantu memahami fenomena kompleks di sekitar kita.

Materi terakhir dibawakan oleh Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.U., dengan topik “Aljabar Dasar ke Struktur Aljabar: Proses Generalisasi dan Abstraksi”. Beliau mengajak mahasiswa menelusuri perjalanan intelektual dari operasi sederhana bilangan bulat menuju konsep ring dan lapangan. Dengan pendekatan historis dan logis, Prof. Sri menjelaskan bahwa proses generalisasi dan abstraksi adalah inti dari perkembangan aljabar modern. “Tanpa abstraksi, kita hanya berhenti pada contoh-contoh khusus. Dengan abstraksi, kita membangun kerangka pikir yang lebih luas dan sistematis,” tegasnya. Paparannya menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan konseptual bagi mahasiswa, terutama yang kelak menjadi pendidik matematika.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa terlihat sangat antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari penerapan metode numerik dalam riset pendidikan, peran model matematika dalam kebijakan kesehatan, hingga tantangan mempelajari struktur aljabar tingkat lanjut. Diskusi yang hidup mencerminkan
semangat mahasiswa Tadris Matematika untuk terus mengembangkan diri.

Dengan terselenggaranya Studium Generale 2025 ini, Prodi Tadris Matematika berharap dapat menumbuhkan motivasi akademik yang lebih kuat pada mahasiswa. Selain memperkaya wawasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa matematika adalah ilmu yang dinamis, penuh tantangan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.